Terkait Dituding Mafia Lahan Di Batu Gajah Warga Minta Maruf Jangan Masuk Areal PSPI
Kampar - Terindikasi hampir 50 persen lahan konservasi di atas izin PT Perawang Sukses Perkasa Industri (PSPI) di Desa Batu, Gajah, Kecamatan Tapung, Kampar, Riau, diperjualbelikan oleh oknum Yayasan Mandala bernama Ma'ruf Sugiyanto sejak bulan Agustus 2025 lalu sampai saat ini.
Hal ini sangat mengecewakan tim Yayasan Sahabat Alam Raya (Sahara) sebagai penggagas penghijauan dalam lahan konservasi di atas izin PT PSPI tersebut.
Tim ini terdiri dari beberapa aktivis lingkungan dan pecinta alam di Riau, tujuan para penggagas ini adalah menyelamatkan lahan konservasi oleh ninik mamak Batu Gajah, bernama Suhaili Datuk Mudo Bandaro.
“Tragis lahan ini beberapa kali diperjualbelikan Ma'ruf Sugianto kepada Boimin,” kata warga Batu Gajah, Rabu (3/2/26).
Diketahui seluas 500 hektar lahan konservasi dan Daerah Aliran Sungai (DAS) berada dalam izin
Perawang Sukses Perkasa Industri (PSPI) di Desa Batu, Gajah, Kecamatan Tapung, Kampar, Riau.
Kemudian selaku pembeli lahan yang dicap oleh warga Batu Gajah ini sebagai “mafia lahan” bernama Ma'ruf Sugiyanto ini beberapa kali hendak menguasai lahan tersebut namun tak pernah berhasil.
“Kita berkomitmen untuk menghijaukan DAS dan lahan konservasi PSPI itu, namun belakangan ternyata ada niat jahat oleh sejumlah oknum Mandala Foundation. Mungkin sifat manusia awalnya niat melakukan penghijauan namun karena sifat manusia itu, mereka tiba- tiba jadi serakah,” kata Direktur yayasan Sahara, Barara.
Awalnya kalau diamati tim “Jurnalis Metro Group” dia (Ma’aruf Sugiyanto) bermaksud baik ingin menghijaukan lahan Cakruk Batu Gajah itu.
Belakangan setelah ternyata aksi penghijauan setelah mengamankan lahan, tanpa sepengetahuan Yayasan Sahara lahan yang ditumbuhi sawit itu kabarnya diperjual belikan dengan alasan yang masuk akal “uang untuk operasional penghijauan?”.
“Kita sudah kumpulkan bukti, berbentuk kwitansi bunyinya sih bantuan penghijauan, tapi kalau kami telusuri kebenarannya uang itu tak sepenuhnya dimanfaatkan untuk biaya penghijauan. Kwitansi ini banyak ditandatangani oleh Ma'ruf Sugiyanto,” kata Direktur Yayasan Sahabat Alam Raya (Sahara).
Sebelumnya kegiatan Yayasan Sahara yang dibantu oleh Mandala Foundation dalam lahan konservasi di atas izin PT Perawang Sukses Perkasa Industri (PSPI) di Desa Batu, Gajah, Kecamatan Tapung, Kampar, Riau. (Bukti semua surat ke Pemerintahan atas nama Yayasan Sahara).
Namun belakangan aksi mulia ini dikabarkan ternoda oleh oknum Mandala Foundation sendiri, dimana ada dugaan oknum ini memperkaya diri atau setidaknya diduga untuk foya - foya?.
Sebelumnya para anggota yang tergabung dalam Yayasan Sahara mendapat mandat dari tokoh adat dengan Kop Surat Koperasi Petani Putra Lingga Bayur Batu Gajah (Kopni - PLBBG).
Kini para anggota ini dibicarakan bakal terpisah dan jalan sendiri - sendiri sebab ulah “manusia yang serakah”.
“Ini kami cap dengan label ‘mafia lahan yang sejati’,” kata warga ini.
Suhali Datuk Mudo sendiri sebagai di Konfirmasi akan terus mendukung penghijauan ini. kepada yang di cap warga Batu Gajah "mafia lahan" Ma'ruf Sugiyanto, dikonfrimasi menjawab, “perihal itu silahkan bahas langsung ke ketua Mandala, beliau sudah paham semua. Sebelumnya juga pernah bahas di terakhir jumpa dengan media ini di cafe Antana, Arifin Ahmad. Adakan pertemuan aja biar kelar jawabanya Sahara dan Mandala,” kata Ma'ruf Sugiyanto, malu - malu.**






Komentar Via Facebook :