Punya Jaringan 38 Komunitas, FKKM Makassar Pilih Bergabung dengan Gerakan Rakyat

Punya Jaringan 38 Komunitas, FKKM Makassar Pilih Bergabung dengan Gerakan Rakyat

MAKASSAR – Memiliki jaringan yang menghimpun 38 komunitas di Kota Makassar, Forum Ketua Komunitas Makassar (FKKM) memilih bergabung dengan Ormas dan Partai Gerakan Rakyat.

Keputusan tersebut disampaikan langsung Ketua FKKM, Darmadi Dg. Pali, dalam pertemuan bersama jajaran Gerakan Rakyat di ALOHa Food Eatry & Coffee, Jalan Sawerigading, Makassar, Ahad (1/11/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar FKKM untuk memperluas ruang gerak dan mengambil peran lebih besar dalam mendorong perubahan. Dengan jaringan komunitas yang memiliki latar belakang dan minat beragam, FKKM dinilai memiliki potensi sebagai kekuatan sosial yang dapat mendorong partisipasi masyarakat.

Pernyataan bergabung tersebut disampaikan Darmadi di hadapan Bendahara DPW Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan, Irma Effendy, yang hadir atas undangan FKKM.

“Setelah mencermati dinamika yang ada dan mempertimbangkan dengan saksama, maka dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, kami dari Forum Ketua Komunitas Makassar menyatakan bergabung dengan Gerakan Rakyat,” kata Darmadi.

FKKM selama ini menjadi wadah komunikasi dan silaturahmi bagi para ketua komunitas di Makassar. Melalui forum tersebut, berbagai komunitas memiliki ruang untuk bertukar gagasan, membangun jejaring, dan mengembangkan kegiatan kemasyarakatan.

Selain keputusan FKKM bergabung dengan Gerakan Rakyat, sejumlah ketua komunitas perempuan yang tergabung dalam forum tersebut juga menyatakan keinginan untuk bergabung dengan Perempuan Bergerak, sayap perempuan Gerakan Rakyat.

Jaringan Komunitas Jadi Modal Kolaborasi

Bendahara DPW Gerakan Rakyat Sulsel, Irma Effendy, menyambut positif keputusan FKKM. Ia menilai jaringan komunitas memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan dinamika kehidupan masyarakat.

“Kami dari Gerakan Rakyat sangat mengapresiasi pertemuan silaturahmi ini. Bagaimanapun, FKKM adalah wadah yang sangat strategis untuk membincang berbagai hal terkait kondisi sosial kemasyarakatan, khususnya di Kota Makassar,” ujar Irma.

Menurutnya, keberadaan FKKM sejalan dengan semangat Gerakan Rakyat untuk membangun kedekatan dengan masyarakat akar rumput. Komunitas bukan sekadar wadah berkegiatan, tetapi juga ruang bagi warga untuk berinteraksi, menyampaikan aspirasi, dan terlibat dalam berbagai persoalan sosial.

Irma berharap keputusan bergabung tersebut menjadi awal dari kolaborasi yang lebih konkret. Kerja sama dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga penyerapan aspirasi warga Makassar.

“Sebagai ormas dan partai politik, Gerakan Rakyat tentu akan selalu terbuka untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan semua pihak yang ingin berbuat untuk kebaikan rakyat, termasuk dengan FKKM,” tambahnya.

Irma juga menyebut posisi Darmadi sebagai Ketua FKKM sekaligus bagian dari keluarga besar Gerakan Rakyat dapat menjadi jembatan untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antara organisasi dengan komunitas.

Dengan jaringan 38 komunitas yang dimilikinya, FKKM diharapkan dapat memperluas ruang kolaborasi Gerakan Rakyat di tengah masyarakat Makassar.

Sebaliknya, bergabungnya FKKM juga diharapkan membuka peluang bagi komunitas-komunitas untuk memperkuat kontribusi sosial dan memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui kerja bersama. (*)


Redaksi

Komentar Via Facebook :