Mau Dapat Kerja Di BP Batam, Anak dan Pemuda Melayu Harus Viral Ditegur Li Claudia Terlebih Dahulu
Batam - Anak Melayu dan Tokoh Bangsa Melayu Batam, Datok Badrun, menyebut bagi Pemuda Melayu ingin bekerja di BP Batam harus memviralkan dengan melakukan kesalahan dan ditegur dulu oleh Kepala Daerah dulu, seperti Viralnya sebuah video Wakil Walikota Batam Li Claudia berbau sara menegur dua pemuda yang diduga tidak memiliki KTP Batam sedang bekerja menambang pasir ilegal di Bata.
"Saya mempertanyakan sebagai anak Melayu dan tokoh Bangsa Melayu di Batam, apakah anak Melayu di Batam atau di Kepri ini harus berbuat suatu kesalahan dulu dan ditegur oleh kepala daerah dan viral lalu bisa bekerja di BP Batam," kata Datok Badrun saat diwawancarai media ini melalui telepon, Minggu (10/05/26).
Badrun juga menjelaskan bahwa dengan video viral wawako tersebut dengan banyak menuai kritikan dan kecaman lalu mempekerjakan yang bersangkutan di BP Batam itu hak mereka sebagai kepala daerah yang juga sebagai kepala di BP Batam.
"Memang itu hak merekalah mempekerjakan seseorang di BP Batam, tapi apakah ini bisa berlaku buat anak dan Pemuda Melayu tempatan yang mana selama ini Pemuda Melayu seperti pengemis melamar di BP Batam, namun tidak kunjung diterima" katanya.
Tentunya kata Datok Badrun, “dengan kejadian ini kita sebagai anak Melayu seperti tamu di rumah sendiri atau apakah anak Melayu di negeri ini buat kesalahan dulu sebagai pengangguran setelah itu baru dicarikan kerja di BP Batam”.
"Kita hanya minta keadilan lah. Kita berharap anak dan pemuda Melayu di Batam dan Kepri bisa.memiliki peluang yang sama, jangan hanya karena seusai viral dulu lalu pekerjaan bisa didapat dengan mudah," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan sejumlah media, Viralnya sebuah video Wakil Walikota Batam Li Claudia berbau sara, dimana berita tersebut menegur dua pemuda yang diduga tidak memiliki KTP Batam sedang bekerja menambang pasir ilegal di salah satu daerah di Batam menuai kritik dari berbagai kalangan.
Dalam berita tersebut Li Claudia menegur dua pemuda yang berasal dari NTT tersebut ditegur dengan bahasa yang tidak pantas, "saya sedang merapikan KTP juga , kalau bukan orang Batam datang kesini ngak kerja nyolong-nyolong saja suruh pulang aja ke daerahnya,” demikian dalam berita tersebut Li Claudia menegur pekerja tersebut.
Kritikan dan kecaman kepada seorang pemuda asal NTT tersebut bernama Oktavianus Alo alias Alex, terdengar dimarahi Li Claudia kemudian mendapat kecaman dari pemuda NTT, namun belakangan setelah mendapat kritikan dan protes namun ternyata dia (Oktavianus Alo alias Alex) diangkat menjadi petugas pengamanan Di Lingkungan Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam, padahal Li Claudia adalah Wakil Kepala BP Batam.
Ungkapan Wakil Walikota tersebut menjadi polemik dan mendapatkan kecaman dan kritikan dari berbagai tokoh masyarakat dan lembaga adat di lainnya di Batam.**






Komentar Via Facebook :