Unhas Himpun 84 Karya Ilmiah di Forum Energi, Material, Metalurgi dan Manufaktur

Unhas Himpun 84 Karya Ilmiah di Forum Energi, Material, Metalurgi dan Manufaktur

MAKASSAR — Sebanyak 84 karya ilmiah dipresentasikan dalam dua forum akademik yang digelar Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas), Sabtu (12/9/2026). Puluhan riset tersebut membahas perkembangan dan inovasi di bidang energi, material, metalurgi, manufaktur, hingga mekatronika.

Kedua forum tersebut yakni The 3rd International Conference on Energy, Manufacture, Advanced Material, and Mechatronics (IC-EMAMM 2026) dan Seminar Nasional Teknik Metalurgi dan Material (SENAMM XVIII 2026) yang berlangsung di CSA Building Fakultas Teknik Unhas.

IC-EMAMM 2026 menerima 59 paper, sedangkan SENAMM XVIII 2026 menghimpun 25 paper. Total 84 karya ilmiah tersebut kemudian menjadi bagian dari sesi presentasi dan diskusi yang mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, serta pelaku industri.

IC-EMAMM tahun ini mengusung tema “Driving Impactful and Sustainable Innovations through Engineering and Technology for Global Development.” Sementara SENAMM XVIII mengangkat tema “Enhancing Technological Capability in Materials Science and Metallurgy through Indigenous Resource Utilization and Innovation.”

Dua tema tersebut memperlihatkan fokus forum yang tidak hanya membahas perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga bagaimana hasil riset dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan industri, memanfaatkan sumber daya lokal, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Riset Energi hingga Material Maju

Karya ilmiah yang dipresentasikan dalam kedua forum mencakup berbagai isu di bidang energi, manufaktur, material maju, metalurgi, dan mekatronika.

Presentasi penelitian menjadi ruang bagi para peneliti untuk memaparkan temuan, pendekatan, maupun inovasi yang dikembangkan sekaligus mendapatkan masukan dari akademisi dan praktisi dari berbagai latar belakang.

Forum tersebut juga mempertemukan bidang-bidang keilmuan yang semakin memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan industri modern. Pengembangan material, teknologi manufaktur, energi, dan mekatronika, misalnya, menjadi bagian penting dalam membangun sistem industri yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, forum ilmiah di Unhas tidak hanya berfungsi sebagai ruang diseminasi hasil penelitian, tetapi juga sebagai tempat mempertemukan gagasan akademik dengan kebutuhan teknologi di lapangan.

Libatkan Akademisi Internasional

Dimensi internasional menjadi salah satu bagian dari IC-EMAMM 2026. Konferensi tersebut menghadirkan keynote speaker dan invited speaker dari sejumlah negara, antara lain Malaysia, Kuwait, Australia, dan Amerika Serikat.

Sejumlah institusi yang terlibat dalam sesi ilmiah antara lain Universiti Kebangsaan Malaysia, American University of the Middle East Kuwait, Swinburne University of Technology Australia, Tarleton State University Amerika Serikat, serta Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA).

Forum tersebut juga melibatkan perwakilan industri dari Huayou Indonesia Regional Center.

Kehadiran pembicara dan peserta dari berbagai negara memberikan kesempatan bagi akademisi dan peneliti untuk bertukar perspektif mengenai perkembangan teknologi, tantangan industri, serta arah penelitian di bidang teknik dan material.

Bagi peserta, jejaring tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan kerja sama penelitian, pertukaran akademik, dan kolaborasi teknologi lintas institusi maupun lintas negara.

Dorong Pemanfaatan Sumber Daya Lokal

Sementara itu, SENAMM XVIII 2026 memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan ilmu material dan metalurgi melalui pemanfaatan sumber daya lokal.

Tema ini menempatkan penguasaan teknologi dan inovasi sebagai bagian penting dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya yang dimiliki Indonesia.

Pengembangan teknologi material dan metalurgi memiliki posisi strategis karena berkaitan dengan kemampuan suatu negara mengolah sumber daya menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Karena itu, riset yang dikembangkan perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada publikasi atau forum akademik, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pemecahan persoalan teknologi dan pengembangan industri nasional.

Perkuat Kolaborasi Kampus dan Industri

Penyelenggaraan IC-EMAMM 2026 dan SENAMM XVIII 2026 juga melibatkan sejumlah institusi nasional dan internasional.

Di antaranya Badan Kerjasama Pendidikan Teknik Metalurgi dan Material (BKPMM), Badan Industri Mineral (BIM), Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA), Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar, Universitas Tadulako, dan Universitas Halu Oleo.

Kolaborasi tersebut memperluas ruang interaksi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri, dan pemangku kepentingan lainnya.

Wakil Dekan III Fakultas Teknik Unhas, Prof. Bahtiar Nappu, turut menyampaikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Sementara pembukaan secara resmi dilakukan pimpinan Universitas Hasanuddin yang diwakili Wakil Rektor Bidang IV, Prof. Suharman Hamzah.

Dalam sambutan pembukaan ditekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghasilkan inovasi yang memiliki nilai akademik sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dari Forum Ilmiah ke Inovasi

Dengan 84 karya ilmiah yang dihimpun, IC-EMAMM 2026 dan SENAMM XVIII 2026 menjadi salah satu ruang pertukaran pengetahuan dan gagasan di bidang rekayasa, energi, material, metalurgi, manufaktur, dan mekatronika.

Lebih dari sekadar agenda akademik, forum tersebut memperlihatkan kebutuhan untuk memperkuat hubungan antara penelitian, penguasaan teknologi, dan kebutuhan industri.

Jejaring yang terbentuk diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk kolaborasi riset, pertukaran akademik, pengembangan teknologi, serta kemitraan dengan industri.

Bagi Fakultas Teknik Unhas, penyelenggaraan kedua forum tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem riset dan inovasi. Dengan mempertemukan karya ilmiah, akademisi, peneliti, industri, serta mitra internasional, Unhas berupaya mendorong agar pengembangan teknologi tidak berhenti di ruang akademik, tetapi dapat memberi kontribusi terhadap kebutuhan masyarakat dan pembangunan yang berkelanjutan. (*)


Redaksi

Komentar Via Facebook :