Bantu Pengaspalan Rektorat Unanda, Hasbi Syamsu Ali Tekankan Pentingnya Investasi SDM

Bantu Pengaspalan Rektorat Unanda, Hasbi Syamsu Ali Tekankan Pentingnya Investasi SDM

PALOPO — Dukungan terhadap pembangunan pendidikan tidak selalu harus diwujudkan melalui proyek berskala besar. Perbaikan fasilitas kampus yang menunjang aktivitas sehari-hari juga dinilai menjadi bagian dari investasi untuk memperkuat sumber daya manusia.

Hal itu ditunjukkan Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan, Ir. H. Hasbi Syamsu Ali, MM, melalui bantuan pengaspalan halaman Kampus Rektorat Universitas Andi Djemma (Unanda), di Jalan Haji Puang Daud, Kota Palopo.

Pekerjaan pengaspalan tersebut dilakukan dengan dukungan alat berat milik Hasbi Syamsu Ali. Rektor Unanda, Dr. Ir. H. Annas Boceng, M.Si., turut memantau proses pekerjaan bersama civitas akademika.

Bagi Hasbi, dukungan terhadap fasilitas Unanda bukan sekadar persoalan memperbaiki halaman kampus. Lebih dari itu, ia melihat perguruan tinggi sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun kualitas manusia dan menentukan masa depan Luwu Raya.

"Universitas Andi Djemma harus terus dikembangkan agar menjadi universitas yang unggul dan berdaya saing secara nasional. Kita perlu mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing untuk mendukung kemajuan pendidikan," ujar Hasbi.

Penguatan Kampus, Penguatan SDM

Hasbi menilai pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan dan gedung. Kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam proses tersebut karena menjadi ruang pembentukan pengetahuan, kompetensi, karakter, sekaligus kesiapan generasi muda menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Karena itu, keberadaan Unanda dinilai perlu terus diperkuat. Kampus yang berkembang di Kota Palopo tersebut telah melahirkan sekitar 11.000 alumni dari program S1 dan S2.

"Kalau kita ingin daerah ini maju, pembangunan manusia tidak boleh ditempatkan sebagai pelengkap. Pendidikan harus menjadi investasi jangka panjang," kata Hasbi.

Menurut dia, kualitas sumber daya manusia pada akhirnya akan menentukan sejauh mana potensi yang dimiliki Luwu Raya dapat dikelola dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kekayaan sumber daya alam, infrastruktur, maupun peluang investasi tidak akan optimal apabila tidak dibarengi dengan manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, integritas dan kemampuan beradaptasi.

Unanda Punya Posisi Strategis

Universitas Andi Djemma merupakan salah satu perguruan tinggi yang memiliki sejarah dan posisi penting dalam perkembangan pendidikan di Luwu Raya.

Unanda merupakan universitas milik Wija To Luwu yang mendapat dukungan kuat dari pemerintah daerah se-Luwu Raya dan Kedatuan Luwu serta dikelola Yayasan Tociung Luwu.

Dengan jumlah alumni yang telah mencapai sekitar 11.000 orang, Unanda dinilai memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan daerah.

Menurut Hasbi, tantangan perguruan tinggi saat ini juga semakin kompleks. Kampus tidak cukup hanya menyediakan ruang belajar, tetapi dituntut meningkatkan mutu akademik, kualitas dosen, riset, inovasi, digitalisasi, tata kelola, serta relevansi lulusan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Karena itu, penguatan fasilitas kampus perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas akademik dan sumber daya manusia.

Dukungan dari Berbagai Elemen

Rektor Unanda, Dr. Ir. H. Annas Boceng, M.Si., menyampaikan apresiasi atas dukungan Hasbi Syamsu Ali terhadap perbaikan fasilitas kampus.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dibutuhkan untuk membantu Unanda menjalankan agenda pengembangan perguruan tinggi.

Dukungan tersebut tidak hanya dapat berasal dari pemerintah, tetapi juga dunia usaha, alumni, organisasi masyarakat, tokoh daerah, serta masyarakat secara luas.

Hasbi berpandangan, setiap pihak dapat mengambil bagian sesuai dengan kapasitas masing-masing.

"Yang penting bagaimana kita bersama-sama mengambil bagian untuk kemajuan pendidikan. Tidak harus selalu dalam bentuk yang besar. Kalau ada yang bisa kita bantu, kita bantu," ujarnya.

Bagi Hasbi, dukungan terhadap pendidikan pada akhirnya merupakan investasi yang manfaatnya tidak selalu dapat dilihat dalam waktu singkat.

Fasilitas kampus yang lebih baik memang memberikan kenyamanan bagi civitas akademika. Namun, tujuan yang lebih jauh adalah menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu melahirkan lulusan berkualitas.

Menyiapkan Masa Depan Luwu Raya

Hasbi yang juga merupakan Koordinator Sulawesi Selatan Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonom Baru (BPP DOB) Provinsi Luwu Raya mengatakan, pembangunan kawasan Luwu Raya membutuhkan fondasi sumber daya manusia yang kuat.

Menurutnya, pembicaraan mengenai masa depan Luwu Raya tidak boleh hanya berfokus pada pemekaran wilayah, pembangunan infrastruktur maupun pengelolaan sumber daya alam.

Kualitas manusia harus ditempatkan sebagai bagian penting dari agenda pembangunan.

"Karena pada akhirnya yang akan mengelola semua potensi daerah ini adalah manusia. Kalau manusianya kuat, berpendidikan dan punya kompetensi, maka peluang kemajuan daerah juga semakin besar," jelasnya.

Ia berharap Unanda terus meningkatkan kualitas dan mampu berkembang menjadi perguruan tinggi yang memiliki daya saing lebih luas, tidak hanya di tingkat regional tetapi juga nasional.

Dukungan pengaspalan halaman rektorat menjadi salah satu bentuk kecil dari perhatian terhadap pengembangan kampus. Namun, bagi Hasbi, makna terpentingnya adalah mendorong semakin banyak pihak untuk ikut mengambil peran dalam memajukan pendidikan.

Sebab, pembangunan manusia membutuhkan proses panjang. Dan perguruan tinggi merupakan salah satu tempat paling penting untuk menyiapkan generasi yang akan menentukan masa depan Luwu Raya. (*)


Redaksi

Komentar Via Facebook :