HMI ; Berapa Negara Dirugikan Sagu Selatpanjang Muat Di Luar Pelabuhan Resmi Pelindo
Riau - Industri sagu di Kepulauan Meranti, Riau, memegang posisi penting dalam mendorong perekonomian lokal, sayang dalam pendistribusiannya ke luar daerah tidak menghasilkan uang pemasukan untuk pelabuhan (Pelindo) karena aksi muat dilakukan di tengah laut atau jalur pelayaran sibuk di Selatpanjang.
Bayangkan setiap bulan rata-rata 1.000 ton sagu basah didistribusikan ke kilang sagu yang berada di Batu pahat, Malaysia melalui jalur laut.
“Sekitar 80.000 sampai 90.000 ton pati sagu diproduksi setiap tahun oleh pabrik sagu yang umumnya berlokasi di daerah pedesaan di Kepulauan Meranti, hitung saja berapa negara harus dapat pemasukan dari bongkar muat di Pelabuhan,” kata Ketua HMI Meranti, Mohd Ilham, Rabu (28/1/26).
Dari informasi yang diterima Mohd Ilham “Hampir seluruh produksi pati sagu dari Kepulauan Meranti diekspor ke luar daerah sebagai bahan baku untuk industri,” kata Ilham.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai aktor yang terlibat dalam rantai nilai industri sagu mulai dari pemasok bibit, petani sagu kecil, PT. NSP, pedagang kayu gelondongan, pabrik sagu basah, pabrik sagu kering, pabrik mie kaca, industri rumahan, Koperasi Harmonis, distributor perorangan dan PT. Saweri Gading.
“Sagu memiliki nilai yang signifikan untuk dimanfaatkan menjadi berbagai produk komersial seperti pati termodifikasi, glukosa, pengental makanan, mie, dan biskuit,’ pungkasnya.**






Komentar Via Facebook :