Gawat, Pipa Gas Anak Usaha PT PGN Tbk Meledak Selain Memakan 10 Korban Juga Membuat Produksi Minyak Blok Rokan Anjlok Menjadi Hanya 30 Ribu Barel

Gawat, Pipa Gas Anak Usaha PT PGN Tbk Meledak Selain Memakan 10 Korban Juga Membuat Produksi Minyak Blok Rokan Anjlok Menjadi Hanya 30 Ribu Barel

Jakarta - Biasanya penyebab harga minyak bumi anjlok (turun drastis) biasanya disebabkan kelebihan bekalan (supply surplus) akibat produksi tinggi, namun kali ini harga minyak anjlok kerana insiden meledaknya pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau pada Jumat, 2 Januari 2026.

Meledaknya kilang ini ternyata menimbulkan efek domino yang gawat dan telah mengancam lifting minyak nasional daripada pengeluaran minyak Wilayah Kerja (WK) Migas Blok Rokan lantaran sudah anjlok mencapai sekitar 120.000 barel setiap hari daripada seharusnya 165.000 barel setiap hari atau sekitar tiga per empat daripada jumlah produksinya. 

"Menurut maklumat yang kami perolehi, pengeluaran minyak Blok Rokan hari ini hanya tinggal 30.000 barel setiap hari. Hal ini disebabkan bekalan gas dari Jambi Merang untuk pembangkit elektrik tenaga gas turbine cogeneration (PLTGU) MCTN di Blok Rokan terhenti akibat meledaknya pipa tersebut, sudah boleh dipastikan telah mengganggu pengeluaran minyak Blok Rokan6," ungkap Pengarah Eksekutif (CERI/Yure). 

Menurut Yusri "fungsi vital PLTGU North Duri dioperasikan oleh anak usaha PT PLN sebagai penyuplai 70 % elektrik blok Rokan dan uap untuk pengeluaran telah mengalami blackout". 

Tak hanya itu, lanjut Yusri, saat ini juga terdapat potensi bahaya yang mungkin berlaku ( pembekuan) bagi minyak berat hal itu berlangsung lama.

Dilansir riauonline, 5 Januari 2026, insiden awal tahun 2026 diwarnai dengan meledaknya pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Jumat, 2 Januari 2026, sekitar pukul 16.00 WIB.

Tidak hanya menutup akses jalan lintas menuju Provinsi Jambi, insiden ini juga menimbulkan luka-luka kepada warga.

Selain korban luka, sejumlah kenderaan terbakar dan rumah warga ikut terdampak atas kebocoran pipa gas milik PT TGI.

Berikut Sejumlah Fakta Menarik Insiden Pipa Gas PT TGI Meledak di Indragiri Hilir, Senin, 5 Januari 2026.

Ledakan gas PT TGI Menelan 10 Korban

Sebanyak 10 orang warga menderita luka-luka saat kejadian ledakan pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Jumat, 2 Januari 2026.

Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Farouk Oktora, menyatakan bahawa daripada jumlah 10 korban, enam orang mengalami luka bakar.

Sementara itu, empat lagi menderita luka ringan akibat terjatuh semasa berupaya menyelamatkan diri daripada lokasi kejadian.

"Korban luka telah mendapatkan rawatan medis ringan. Enam orang mengalami luka bakar, manakala empat luka lain kerana terjatuh saat panik menyelamatkan diri," ujar AKBP Farouk Oktora, Sabtu, 3 Januari 2025.

Akses Jalan Lintas Provinsi Jambi Lumpuh Total

Ledakan pipa gas milik PT TGI dengan radius 300 meter membuat akses jalan di Lintas Provinsi Jambi lumpuh total.

Selain evakuasi, polisi juga melakukan penutupan total Jalur Lintas Timur demi keselamatan pengguna jalan, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital antarprovinsi.

"Kami menutup jalur lintas ini kerana merupakan penghubung antara Jambi dan Riau. Ini kami lakukan untuk mengantisipasi agar tidak menimbulkan korban jiwa dan kerugian materiil lain," ujar Karo Ops Polda Riau, Kombes Pol Ino Harianto pada media.

Jejari Api Capai 300-500 Meter

Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Riau, Kombes Pol Ino Harianto, hadir langsung di lokasi kejadian mewakili Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan.

Menurut Ino, ledakan pipa gas berlaku sekitar pukul 16.30 WIB dan kebakaran besar dengan radius panas mencapai hampir 300 meter. 

Pipa gas tersebut diketahui merupakan jaringan pengedaran yang membentang dari Sumatera Selatan, Jambi hingga ke wilayah Riau.

"Langkah pertama yang kami lakukan adalah mengevakuasi masyarakat dan memberikan himbauan agar warga di sekitar lokasi ledakan segera meninggalkan kawasan berbahaya," tegas Kombes Ino.

Rumah dan Kendaraan Terbakar

Sejumlah rumah milik warga dan tempat usaha ikut terbakar pada insiden meledaknya pipa Gas Milik PT Trans Gas Indonesia anak usaha PT PGN Tbk di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Sebanyak lima unit truk dan lima basikal motor juga ikut hangus terbakar. 

Selain itu, tiga bangunan usaha milik warga turut dilalap api, masing-masing bengkel ban, tempat pencucian motor, dan lokasi penampungan buah sawit.

"Kami membuka posko untuk membantu masyarakat terdampak, baik yang rumahnya terbakar, tempat usahanya rosak, mahupun kenderaan seperti kereta dan motosikal yang hangus terbakar," jelas Kombes Ino.

Polis Lakukan Penyelidikan

Pasca kejadian, kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab ledakan. Tim gabungan diterjunkan ke lokasi, termasuk dari Laboratorium Forensik Polda Riau.

"Kami sudah melakukan TKP dan menurunkan tim Inafis serta Labfor Polda Riau untuk bersama tim teknis melakukan pengecekan di lapangan. Penyebab ledakan masih dalam proses penyelidikan," ungkap Kombes Ino.

Sementara itu, Polres Indragiri Hilir telah melakukan pemeriksaan awal terhadap saksi dan korban.

Dirikan Posko Tanggap Darurat 

Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab negara, Polda Riau bersama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menubuhkan posko tanggap darurat di sekitar lokasi kejadian.

"Kami membuka posko untuk membantu masyarakat terdampak, baik yang rumahnya terbakar, tempat usahanya rosak, mahupun kenderaan seperti kereta dan motosikal yang hangus terbakar," kata Ino.

Posko tersebut melibatkan pelbagai unsur, bermula dari Puskesmas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga Dinas Pemadam Kebakaran.

"Ini adalah bencana bukan alam. Namun prinsip kami sama, polisi harus selalu hadir di tengah masyarakat, apalagi ketika masyarakat mengalami bencana," pungkasnya.**


Dion Tri Septian

Komentar Via Facebook :