Rohil Darurat Asap! Bupati Keluarkan 10 Instruksi Tegas Atasi Karhutla
Bupati Rohil H.Bistamam saat koordinasi dengan seluruh Forkopimda terkait Penanggulangan Bencana Karhutla .
Bagansiapiapi — Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir bergerak cepat merespons ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin meluas. Dalam rapat terbatas yang digelar Kamis (24/7/2025) di Mess Bupati, Bupati H. Bistamam mengeluarkan sepuluh instruksi strategis untuk mengendalikan situasi sebelum dampaknya makin buruk.
Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, dan kepala desa dari wilayah-wilayah terdampak. Bupati menegaskan bahwa Rokan Hilir saat ini menjadi sorotan dalam hampir setiap forum tingkat tinggi yang dihadiri menteri, Pangdam, hingga unsur Forkopimda.
“Nama Rohil disebut dalam 70 persen pembahasan soal Karhutla. Ini memalukan kalau kita hanya diam. Kita harus bergerak!” tegas Bistamam di hadapan peserta rapat.
Bupati juga menceritakan pengalamannya saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup meninjau lokasi kebakaran seluas 200 hektare. Meski bara api sudah mulai padam, sisa asap masih membahayakan dan bahkan sudah menyebar ke negara tetangga seperti Malaysia.
> “Ini bukan lagi persoalan daerah. Asap kita sudah lintas negara. Pemerintah Pusat minta kita segera bergerak, dan kita harus buktikan mampu,” ujar Bupati.
Ia menyebut, pemerintah pusat siap mengucurkan dukungan melalui APBN, termasuk untuk pengadaan alat berat. Namun Pemkab Rohil diminta segera melakukan asesmen kebutuhan secara menyeluruh.
10 ARAHAN BUPATI UNTUK ANTISIPASI KARHUTLA
1. Penetapan Status Tanggap Darurat bila kebakaran meluas, berdasarkan data BMKG.
2. Pembentukan Satgas & Posko Karhutla hingga tingkat kecamatan.
3. Deteksi Dini & Respons Cepat atas munculnya titik api (hotspot).
4. Instruksi Patroli ke Kepala Desa dan edukasi warga agar tak membuka lahan dengan cara dibakar.
5. Kesiapsiagaan SDM & Anggaran Operasional untuk pencegahan dan pemadaman.
6. Penguatan Kolaborasi Multi-Pihak (Forkopimda, pelaku usaha, akademisi, relawan, media).
7. Rewetting Lahan Gambut secara berkala.
8. Kampanye Lahan Tanpa Bakar secara masif.
9. Pengecekan & Kesiapan Peralatan seperti pompa, sekat kanal, menara pantau, embung, dll.
10. Pemadaman Dini sebelum api meluas ke wilayah lain.
"Sorotan Negara Tetangga: "Indonesia Diekspose sebagai Eksportir Asap"
Sekda Rohil, Fauzi Efrizal, menambahkan bahwa saat ini hanya dua kabupaten di Riau yang mengalami Karhutla paling parah: Rokan Hilir dan Rokan Hulu. Namun, kondisi di Rohil lebih serius karena luas lahan gambut dan lokasi berada di wilayah perkebunan sawit.
“Di media sosial Malaysia, kita sudah disindir sebagai eksportir asap. Kalau sampai Perdana Menteri Malaysia menegur Presiden kita, itu mencoreng nama bangsa,” kata Sekda.
Ia menyebut, sesuai arahan Menteri LHK, Pemkab akan membentuk pasukan pemadam tetap. Saat ini, 358 personel Polri dan 156 TNI sudah turun ke lapangan, ditambah 170 personel dari Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Riau secara resmi telah menetapkan status Tanggap Darurat Karhutla sejak 22 Juli hingga 4 Agustus 2025. **







Komentar Via Facebook :