Ngeri, Warga Jabodetabek Dikepung Banjir dan Covid

Ngeri, Warga Jabodetabek Dikepung Banjir dan Covid

Jakarta-Sejumlah warga di wilayah Jabodetabek menghadapi ketakutan ganda akan datangnya banjir susulaan di masa pandemi Covid-19. Mereka tidak hanya cemas untuk menyelamatkan diri dan harta benda, melainkan juga takut tertular Covid-19 jika harus mengungsi.

Dari nada suaranya tergambar rasa takut, Meli (34), warga Bogor, mengaku cemas meskipun banjir sudah surut sejak Minggu (25/10/2020). menurutnya, pada Sabtu (24/10/2020) malam, daerah tempat tinggalnya dilanda banjir setinggi 1 meter lebih akibat luapan Kali Cikeas.

”Padahal, hari Sabtu malam gak ada hujan di daerah sini. kami dapat kabar di grup Whatsapp di Kota Bogor hujan deras akibatnya Kali Cikeas meluap. Sabtu sekitar pukul 22.30, daerah sini sudah dikepung banjir, kata Meli. Dia mengaku hingga Saat ini, Selasa (27/10) warga masih was-was kalau banjir susulan datang sewaktu-waktu.

Apalagi sekarang ada Covid-19 lanjut Meli, ketakutan warga semakin bertambah karena banjir ini bersamaan. Untuk mengungsi pun sebagian warga tidak berani karena kawatir tertular Covid-19.

”Dirumah aja takut kena Covid, apalagi ngumpul rame-rame" tambah Meli. Untung aja rumah dua lantai, jadi saya naik ke lantai dua sambil menunggu banjir surut,” katanya.

Sementara itu, di daerah langganan banjir Jakarta, warga mengaku pasrah saat musim hujan tiba. Jhoni S. (32), warga Jakarta Timur, mengatakan sudah terbiasa menghadapi banjir.

”Terakhir kali banjir parah terjadi pada awal tahun 2020 mencapai 2 meter . Selama pandemi Covid-19 belum pernah terjadi banjir,” ujarnya, Selasa (27/10) melalui sambungan telepon.

Dijelaskannya, saat itu ia dan keluarga terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat, Namun, saat pandemi Covid ini, dirinya pun bingung harus mengungsi ke mana.

”Susahlah kalau sekarang mau mengungsi kalau terjadi banjir, ke rumah saudara gak mungkin, ke tempat pengungsian kita takut ketularan atau menularkan virus,” katanya di akhir perbincangan.

Dirinya berharap pemerintah mencari solusi terbaik agar tidak muncul klaster baru penyebaran Covid-19.**


Batara Harahap
Komentar Via Facebook :