Diduga Main Anggaran, Keluarga Korban Lapor ke Polda Riau

Diduga Main Anggaran, Keluarga Korban Lapor ke Polda Riau

PEKANBARU - Keluarga Almarhumah "W" (66) warga Pekanbaru yang diduga salah satu korban salah input data Covid-19 oleh Dinas Kesehatan Pekanbaru, akhirnya melapor ke Polda Riau.

Dalam keterangannya kepada media, Wince Oktivia (putri Almarhumah) menceritakan, saat dibawa ke Rumah Sakit, Senin (21/9/2020) Ibunya dalam keadaan pingsan. Setelah diperiksa, dokter mengatakan HB nya rendah.

"Memang ibu saya pingsan, hasil pemeriksaan, HB nya rendah, tapi paru-parunya sehat, lalu keesokan harinya dokter bilang ibu saya gagal ginjal, harus segera cuci darah", ujar Wince.

Setelah dilakukan cuci darah ternyata gagal kata dokter, akibatnya lambung dan paru-parunya kena.

Masih menurut Wince, tanggal (26/9) dokter mengatakan ada penyumbatan dan bercak di paru-paru, itu mengindikasikan Covid-19, maka harus diisolasi.

 

Selanjutnya tanggal 28 pagi oleh pihak RS melakukan swab, setelah sebelumnya dilakukan cuci darah yang kedua. Sejak saat itulah ibu koma hingga menghembuskan nafas terakhir jam 11 malam.

Hasil swab itu sendiri negatif kata Wince, namun saat keluarga minta kepada pihak RS agar ibu dimakamkan layaknya orang meninggal dengan penyakit biasa, pihak RS menolak, harus dilakukan swab yang kedua dan harus ada persetujuan dari Dinas Kesehatan.

Terus terang kami bingung, sebab baru tanggal 30 ibu dikebumikan, itupun dengan prosedur covid 19. Ditambahkannya, swab kedua juga hasilnya negatif.

Tetapi ibu kami sudah terlanjur dimakamkan, kemudian pada tanggal (30/9) muncul postingan di medsos bahwa ibu masuk dalam daftar meninggal karena Covid-19.

Keluarga mengaku sangat terpukul dengan kejadian ini, sebab, segala upaya yang mereka lakukan tidak membuahkan hasil. "Untuk itu kami mohon agar ada yang bertanggungjawab dalam masalah ini", pintanya.**

 


Batara Harahap
Komentar Via Facebook :