Perbedaan Influenza dan Covid-19

Perbedaan Influenza dan Covid-19

Kesehatan - Covid-19 dengan Influenza mempunyai gejala yang sama seperti Batuk, pilek, sakit kepala, nyeri otot, dan suhu tubuh meningkat. Dari sisi perjalanan penyakit, influenza ataupun Covid-19 bisa segera membaik, bisa juga makin parah, yakni meningkat jadi pneumonia (radang paru), bahkan berakhir dengan kematian. Hal itu karena keduanya sama-sama merupakan gangguan saluran pernapasan. Sama-sama menular lewat kontak dekat, yakni virus yang terbawa dalam percikan cairan dari batuk dan bersin penderita di udara ataupun yang menempel di benda-benda sekeliling kita.

Tetapi ada perbedaan antara influenza dan Covid-19. Menurut  para ilmuwan  kehilangan indra penciuman (anosmia) secara tiba-tiba pada orang positif Covid-19 tanpa gejala lain dilaporkan Asosiasi Dokter THT Inggris pada publikasi daring, 21 Maret lalu. Hal itu juga dilaporkan terjadi di Iran, AS, Perancis, dan Italia.Selain anosmia, terjadi gangguan pada indera pencecap (dysgeusia), yakni mulut terasa pahit, pada orang positif Covid-19 tanpa gejala lain. Hal itu dinyatakan perwakilan Akademi Otolaringologi Amerika Bedah Kepala dan Leher (AAO-HNS ) di Alexandria, Virginia, AS, pada 22 Maret, sebagaimana dikutip Livescience, 23 Maret 2020.

Laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, perbedaan antara lain pada kecepatan transmisi atau penularan antara virus influenza dan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Masa inkubasi (waktu dari virus masuk tubuh hingga muncul gejala) dan interval serial (jarak waktu antara satu kasus dan kasus berikutnya) dari influenza lebih singkat dibandingkan Covid-19. Interval serial virus influenza 3 hari, sedangkan virus SARS-CoV-2 adalah 5-6 hari. Artinya, influenza lebih cepat menyebar daripada Covid-19.

Lebih lanjut, penularan dalam 3-5 hari pertama sakit atau penularan potensial sebelum timbul gejala merupakan pendorong utama penularan influenza. Sementara ini kita ketahui, ada orang yang dapat menularkan virus penyebab Covid-19 pada 1-2 hari sebelum timbulnya gejala.

Jadi, meskipun kecepatan penularan Covid-19 lebih lambat, jumlah orang yang bisa tertular lebih banyak. Hal itu menunjukkan Covid-19 lebih membebani kesehatan masyarakat karena akan lebih banyak orang tertular begitu ada orang positif Covid-19.

Angka kematian Covid-19 juga lebih tinggi daripada influenza musiman. Sejauh ini, data WHO mencatat, rasio kematian kasar Covid-19 (jumlah kematian yang dilaporkan dibagi dengan kasus yang dilaporkan) sebesar 3-4 persen. Untuk influenza musiman, kematian jauh di bawah 0,1 persen. Namun sebenarnya, kematian sebagian besar ditentukan akses dan kualitas pelayanan kesehatan***


Wan Lebonk
Komentar Via Facebook :