Avigan dan Klorokuin Diujicoba Lawan Virus Corona Kabarnya Manjur

Avigan dan Klorokuin Diujicoba Lawan Virus Corona Kabarnya Manjur

Swiss - Baru-baru ini ada terobosan baru di mana sebuah senyawa obat diyakini juga bisa digunakan untuk mengobati Covid-19.

Melansir Daily Star, kabarnya sebuah obat digunakan untuk melawan virus corona disebut memiliki rasio kesembuhan 90% untuk menyembuhkan sakit terinfeksi virus Corona. Hal itu dibuktikan dalam uji coba pertama.

Dua obat yang dimaksud adalah Avigan dari Jepang dan Klorokuin, obat Malaria yang selama ini mudah dijumpai di Indonesia.

Setelah baru-baru ini ada terobosan obat yang setelah diuji bisa menyembuhkan pasien virus corona yang diproduksi perusahaan farmasi Swiss Roche. Para pakar menyarankan ada dua obat yang secara tidak resmi bisa dijadikan alternatif untuk mengobati pasien virus corona.

Saat ini para Ilmuwan terus bekerja keras mencari formula obat untuk melenyapkan virus corona, jika kelak obat itu ditemukan dan manjur untuk mengusir virus corona, maka akan ada banyak pasien positif virus corona yang terselamatkan.

Walau sejauh ini obat untuk menyembuhkan virus corona atau Covid-19 memang belum ditemukan. Disebutkan pasien diberi obat yang disebut tocilizumab bersama secara rutin antara 5-14 Februari.

Hasilnya efektif, keduanya bisa disembuhkan dan memberikan perubahan signifikan. Ini bisa menjadi konseskuensi besar dalam membantu mengatasi pandemi yang belum ditemukan solusinya hingga saat ini.

Tocilizumab atau dikenal dengan Actemra diproduksi oleh perusahaan farmasi Swiss Roche. Biasanya obat ini digunakan untuk mengobati radang sendi.

Setelah diberikan pada pasien Covid-19, demam pasien dengan cepat mulai normal, dan semua gejalanya membaik. Lima belas dari 20 pasien yang terlibat dalam percobaan dapat menurunkan asupan oksigen.

Dengan 19 pasien dipulangkan rata-rata 13,5 hari setelah perawatan. Studi ini menyimpulkan Tocilizumab adalah pengobatan yang efektif pada pasien Covid-19 yang parah yang memberi strategi terapi baru untu penyakit fatal ini.

Sebelunya Tocilizumab diuji coba pada penderita pasien artritis reumatoid di Indonesia hasilnya jauh berkurang meski tak secara total bebas dari derita akibat artritis reumatoid.

Hal itu terjadi setelah ia mengikuti uji klinis obat biologi tocilizumab. Tocilizumab sendiri adalah senyawa penghambat reseptor interleukin-6. Obat ini berbahan baku protein, bukan bahan kimia obat, sehingga disebut obat biologi.

Obat diberikan lewat infus empat minggu sekali sebanyak enam ulangan. Uji klinis tocilizumab dilangsungkan pada periode Februari 2011 hingga Januari 2012 di lima pusat studi meliputi RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, RS Hasan Sadikin Bandung, RS dr Sardjito Yogyakarta, RS dr Soetomo Subaraya, dan RS Syaiful Anwar Malang.

Dilansir dilaman Kompascom, Ketua Asosiasi Reumatologi Indonesia Handono Kalim mengatakan, artritis reumatoid tidak bisa pulih sepenuhnya.

Pengobatan hanya mengurangi dampak penyakit (remisi). Hasil analisis uji klinis terhadap 39 pasien, tingkat remisi dari total 28 persendian tubuh yang diperiksa mencapai 85 persen.

Tingkat remisi dari total persendian dikenal sebagai diseases activity score-28 (DAS-28). "Hasil uji klinis ini memberikan harapan baru bagi penderita artritis," kata Handono.**


Wan Lebonk
Komentar Via Facebook :