Sebanyak 783 ODP Covid-19 di Jambi, Lima di Antaranya Pekerja Medis

Sebanyak 783 ODP Covid-19 di Jambi, Lima di Antaranya Pekerja Medis

Jambi - Juru Bicara Terkait COVID-19 di Jambi, Johansyah, mengaku, Status orang dalam pengawasan (ODP) terkait virus Corona (COVID-19) di Jambi sebanyak 783, lima di antaranya petugas medis yang sedang menangani pasien positif Corona.

"Jumlah sebarannya itu ada di Kota Jambi sebanyak 258 orang, lima di antaranya adalah petugas medis yang sedang menangani 1 pasien positif Corona di RSUD Raden Mattaher Jambi," katanya, Jumat (27/3/20).

Lanjutnya di Kabupaten Muaro Jambi 86 orang, kemudian Sarolangun 242 orang, Batanghari 52 orang, Tebo 92 orang, Kabupaten Bungo 18 orang, Kerinci 18 orang, Sungai Penuh 5 orang, Tanjabbar dan Tanjabtim 9 orang, serta Kabupaten Merangin 3 orang yang masuk dalam status ODP COVID-19.

Selain meningkatnya jumlah ODP di Jambi, sebanyak 7 orang kembali dirawat di ruang isolasi lantaran masuk dalam kategori pasien dalam penanganan (PDP) COVID-19. Para pasien itu kini dalam penangan medis di RS daerah rujukan yang ada di Jambi.

"Ada tambahan juga buat kategori PDP yang diduga terkait virus Corona. Sebelumnya hanya berjumlah 14 orang sekarang menjadi 21 orang yang kini dirawat di RS daerah kabupaten/kota," ujar Johansyah.

Sementara untuk jumlah pasien positif COVID-19 kini masih berjumlah 1 orang dan masih dalam penanganan medis secara intensif di ruang isolasi RSUD Raden Mattaher Jambi. Untuk jumlah pasien yang negatif kini berjumlah 9 orang dan 11 di antara PDP sedang diambil sampel untuk diuji lab.

Hingga kini aturan untuk menutup akses masuk ke Jambi belum dilakukan oleh pemerintah Jambi. Pemprov Jambi mengklaim bahwa penutupan akses masuk di daerah harus menunggu kebijakan pusat.

"Lockdown ini, Pemerintah Provinsi Jambi sejalan dengan pemerintah pusat, ini sejalan penegasan ketua BNPB Pusat, bahwa pemerintah tidak melakukan lockdown, ini merupakan instruksi Presiden Jokowi. Lockdown merupakan kebijakan pusat," jelas Johansyah.

Sementara Pemerintah Kabupaten Merangin Jambi sudah mengambil kebijakan secara ketat untuk masuk ke lokasi daerahnya. Pemerintah di sana juga telah menyiapkan beberapa petugas jaga dan kesehatan untuk memantau warga yang hendak masuk ke Merangin melalui bandar udara di Kabupaten Bungo Jambi.

Penyemprotan cairan dinsifektan yang dilakukan pemerintah setempat secara menyeluruh di berbagai pusat keramaian serta pembagian masker kepada warga lalu ditempatkannya hand sanitizer di berbagai lokasi penting dan menutup semua fasilitas wisata dianggap dapat menekan angka warga yang terpapar virus Corona di sana.**


Nelpa A.Md
Komentar Via Facebook :