Wau, Acara Larung Sesaji di Telaga Ngebel Sebagai Pertanda 1 Suro Dibanjiri Wisatawan

Wau, Acara Larung Sesaji di Telaga Ngebel Sebagai Pertanda 1 Suro Dibanjiri Wisatawan

Ponorogo - Ritual larung sesaji yang merupakan Tradisi digelar di Telaga Ngebel itu sebagai pertanda 1 Suro mendapat banyak perhatian pengunjung.

Ritual di Ponorogo ini menyedot perhatian wisatawan dan warga, terlihat antusiasme warga dan wisatawan tampak sebelum ritual berlangsung sudah padat.

Akibatnya kemacetan ttidak terelakkan itu terlihat terjadi di jalur arah Telaga Ngebel hingga di dalam tempat wisata.

Ritual larung sesaji diawali dengan arak-arakan buceng (tumpeng). Total ada 5 buceng. Di antaranya buceng agung, buceng sedekah bumi dan buceng purak.

Buceng agung berukuran besar setinggi 1 meter. Terdapat simbol gambar naga baru klinting yang menjadi legenda di Telaga Ngebel.

Sebelum dipurak warga, ada prosesi yang dilakukan oleh para pejabat Ponorogo. Di antaranya dengan menggelar doa bersama berharap ada keberkahan dari kegiatan yang digelar.

Arak-arakan dilakukan mulai dari para penari pembawa buceng. Sampai di dermaga, para penari Reog dan penari gambyong menampilkan keahliannya.

Menurut warga setempat yang ikut memeriahkan acara ini memreka mengangkut sesaji menggunakan sampan diiringi perahu kecil lain berisi warga setempat dan para sesepuh kemudian dibawa kepinggir pantai dan sebagian akan dilarung kelautan.**


Dion Tri Septian
Komentar Via Facebook :