KKR Pemuda Riau Dihadiri 17.500 Peserta, Fanny Jossy: Tahun Depan Digelar Lebih Besar
Pekanbaru - Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Pemuda 2026 Provinsi Riau di Hall A Basket Rumbai, Pekanbaru, Jumat (23/10/2026), dipadati sekitar 17.500 peserta. Kegiatan bertema “Generasi Muda Bangkit: Bersatu, Bertumbuh, Berdampak” ini menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat kerohanian generasi muda sekaligus mendorong mereka berkontribusi positif bagi keluarga, gereja, masyarakat, dan Provinsi Riau.
Ketua Umum Panitia KKR Pemuda 2026 Provinsi Riau, Fanny Jossy, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan atas kerinduan untuk membawa generasi muda kembali kepada Tuhan, meninggalkan kehidupan dalam dosa, serta kembali aktif beribadah dan terlibat dalam kehidupan bergereja.
Menurut Fanny, KKR Pemuda ini menjadi kegiatan perdana berskala se-Provinsi Riau yang diharapkan dapat menjadi awal kebangkitan rohani di kalangan anak muda.
“Kami merindukan adanya gerakan rohani yang membawa anak-anak muda kembali ke jalan Tuhan. Kami ingin mereka hidup di dalam Tuhan, meninggalkan dosa, dan mulai bergereja lagi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang diterima panitia, hampir 50 persen pemuda di Provinsi Riau disebut telah meninggalkan gereja. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penyelenggaraan KKR Pemuda untuk membangkitkan kembali semangat generasi muda dalam kehidupan rohani.
Fanny menegaskan, tujuan kegiatan ini tidak berhenti pada kehadiran peserta selama ibadah berlangsung. Panitia berharap para peserta membawa perubahan nyata setelah mengikuti KKR, baik dalam kehidupan pribadi maupun lingkungan mereka.
“Kami berharap mereka tidak hanya datang untuk mengikuti KKR, tetapi setelah kegiatan ini, mereka juga bisa memberikan dampak positif, terutama bagi Provinsi Riau sendiri,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat dari jumlah kehadiran yang melampaui pendaftaran awal. Fanny menyebutkan, hampir 15.000 orang tercatat mendaftar secara resmi, sementara sekitar 2.500 orang lainnya hadir tanpa melalui pendaftaran.
Dengan demikian, jumlah peserta yang hadir diperkirakan mencapai 17.500 orang.
Besarnya jumlah peserta membuat panitia mengambil langkah pengamanan dengan menutup beberapa pintu karena kapasitas lokasi telah terlampaui. Keputusan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Fanny berharap generasi muda yang mengikuti kegiatan ini kembali tekun beribadah, meninggalkan kehidupan yang bertentangan dengan ajaran Tuhan, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Ia juga berharap para peserta dapat menjadi berkat bagi banyak orang, di mana pun mereka berada, serta mengambil bagian dalam pembangunan dan kemajuan Provinsi Riau.
Sementara itu, Ketua Badan Kerja Sama Gereja-Gereja Riau (BKGR), Pdt. Dr. Ricky Nelson Tampubolon, mengatakan KKR Pemuda 2026 bertepatan dengan momentum peringatan Sumpah Pemuda.
Kesempatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat generasi muda untuk bersatu, berkolaborasi, dan bersinergi dengan pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi Riau.
Menurut Ricky, pelaksanaan KKR ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antargereja sekaligus membangun gerakan bersama yang dapat diwujudkan melalui kegiatan nyata.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah di Provinsi Riau. Ricky menyebutkan, sekitar 1.500 peserta datang dari Kabupaten Kampar dan lebih dari 1.100 peserta dari Kabupaten Siak.
Peserta dari daerah lain, termasuk Kabupaten Indragiri Hilir, juga turut ambil bagian.
Ia menjelaskan, kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan ini diharapkan berlanjut setelah KKR selesai, antara lain melalui gerakan doa bersama, kegiatan bakti sosial, serta aksi kepedulian terhadap masyarakat.
Selain itu, BKGR berharap generasi muda memiliki kepedulian yang lebih besar terhadap berbagai bencana yang terjadi. Karena itu, salah satu harapan yang ingin diwujudkan melalui tindak lanjut kegiatan ini adalah mendorong anak-anak muda agar lebih tanggap terhadap bencana.
Ricky menambahkan, doa bagi bangsa dan negara, pemerintah, serta kondisi masyarakat yang terdampak bencana juga menjadi bagian dari perhatian bersama. Ia menyebutkan, gereja-gereja selama ini turut mendoakan kondisi tersebut dalam ibadah masing-masing, sementara doa bersama juga dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan KKR.
KKR Pemuda 2026 Provinsi Riau diselenggarakan oleh Badan Kerja Sama Gereja-Gereja Riau dengan menghadirkan sejumlah pembicara dan pengisi acara, antara lain Ps. Steve Marcel sebagai pembicara, serta Sari Simorangkir, Ps. Franky Kuncoro, dan Putri Siagian.
Dalam rangkaian KKR Pemuda 2026 Provinsi Riau, Pdt. Marcel menyampaikan renungan berdasarkan Roma 8:37, yang berbunyi, “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.”
Renungan tersebut juga mengangkat kisah Yusuf dalam Kejadian 45, yang mengajarkan pentingnya menjaga hati ketika menghadapi luka, penderitaan, dan ketidakadilan akibat perbuatan orang lain.
Yusuf dijual oleh saudara-saudaranya sendiri dan melewati berbagai penderitaan. Namun, ketika Tuhan mengangkatnya menjadi penguasa di Mesir, ia tidak menggunakan kedudukannya untuk membalas dendam. Sebaliknya, Yusuf memilih mengampuni saudara-saudaranya dan menolong mereka ketika mengalami kelaparan.
Kisah tersebut menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa luka yang diberikan orang lain tidak harus mengubah hati menjadi penuh kebencian.
Kemenangan sejati bukan sekadar berhasil melewati kesulitan atau mencapai kedudukan tinggi, melainkan juga mampu menjaga hati, mengampuni, dan tetap melakukan kebaikan sekalipun pernah diperlakukan tidak adil.
Kegiatan yang dimulai pukul 17.00 WIB tersebut juga dilengkapi dengan pembagian hadiah atau doorprize, berupa satu unit sepeda motor Honda Beat, dua unit sepeda listrik, lima unit laptop, serta 30 hadiah menarik lainnya.
Melalui KKR Pemuda 2026, panitia dan BKGR berharap kebangkitan rohani generasi muda tidak hanya terlihat dalam kegiatan ibadah, tetapi juga diwujudkan melalui kehidupan yang semakin dekat dengan Tuhan, kepedulian terhadap sesama, serta kontribusi nyata bagi gereja, masyarakat, dan Provinsi Riau.







Komentar Via Facebook :