Aksi di Port PT Vale, Forum BAKAT Tuntut 80 Persen Pekerja Lokal Balantang

Aksi di Port PT Vale, Forum BAKAT Tuntut 80 Persen Pekerja Lokal Balantang

LUWU TIMUR – Forum Balantang Kapolo Ta’ (BAKAT) menggelar aksi unjuk rasa di area Port PT Vale Indonesia, wilayah Desa Balantang, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Kamis (8/10/2026).

Dalam aksi tersebut, massa Forum BAKAT menuntut PT Vale Indonesia memberikan prioritas kepada masyarakat Desa Balantang dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

Salah satu tuntutan utama yang disuarakan adalah penerapan kuota minimal 80 persen pekerja lokal dalam setiap proses rekrutmen PT Vale, khususnya untuk wilayah Balantang dan area Port.

Forum BAKAT menilai keterlibatan masyarakat lokal perlu diperkuat agar keberadaan aktivitas perusahaan di wilayah tersebut memberikan manfaat yang lebih nyata bagi warga sekitar.

Tuntut Kuota 80 Persen

Dalam pernyataan sikapnya, Forum BAKAT meminta PT Vale memprioritaskan tenaga kerja yang berasal dari Desa Balantang.

Mereka juga meminta perusahaan menghentikan apa yang mereka sebut sebagai praktik diskriminasi terhadap tenaga kerja lokal.

Menurut Forum BAKAT, warga Balantang seharusnya tidak hanya memperoleh kesempatan pada pekerjaan yang bersifat umum atau pekerjaan kasar.

Masyarakat lokal, kata mereka, juga harus memiliki kesempatan untuk menempati posisi strategis di lingkungan perusahaan sepanjang memiliki kompetensi yang dibutuhkan.

Tuntutan tersebut menjadi salah satu poin utama dalam aksi yang digelar di depan area masuk menuju Port PT Vale.

Tak Hanya Lapangan Kerja

Forum BAKAT menegaskan tuntutan mereka tidak hanya berkaitan dengan penerimaan tenaga kerja.

Massa juga meminta PT Vale membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat lokal untuk menjadi mitra usaha dalam rantai pasok perusahaan.

Dengan demikian, masyarakat Balantang diharapkan dapat memperoleh manfaat ekonomi bukan hanya melalui kesempatan bekerja, tetapi juga melalui aktivitas usaha yang berkaitan dengan operasional perusahaan.

Selain itu, Forum BAKAT menyoroti pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Mereka meminta program tersebut dilaksanakan secara lebih transparan dan akuntabel serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Minta Manfaat Nyata bagi Balantang

Forum BAKAT menyatakan tuntutan tersebut didasarkan pada keinginan agar hubungan antara perusahaan dan masyarakat dibangun atas prinsip keadilan.

“Prinsip kami jelas, kami ingin hubungan antara perusahaan dan masyarakat dibangun atas dasar keadilan, bukan hanya keuntungan perusahaan semata,” ungkap Forum BAKAT dalam rilisnya.

Mereka berharap keberadaan PT Vale di wilayah Balantang dapat memberikan dampak yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat Desa Balantang merasakan manfaat nyata dari keberadaan PT Vale, bukan hanya debu dan janji,” tulis pernyataan sikap mereka.

Aksi Berlangsung di Area Port

Hingga berita ini ditulis, aksi Forum BAKAT masih berlangsung di sekitar pintu masuk menuju Port PT Vale.

Para demonstran bergantian menyampaikan orasi sambil membentangkan spanduk yang memuat tuntutan mereka.

Massa juga membakar ban bekas dalam aksi tersebut.

Selain tuntutan kuota minimal 80 persen pekerja lokal, Forum BAKAT meminta PT Vale memperluas kemitraan usaha bagi masyarakat Balantang serta memastikan program pemberdayaan perusahaan dilaksanakan secara transparan dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Forum BAKAT berharap tuntutan tersebut mendapat perhatian dan respons dari pihak PT Vale. (*)


Redaksi

Komentar Via Facebook :