Soroti Proyek Jetty IHIP di Luwu Timur, APAL Minta PT WIKA Buka Kesempatan bagi Warga Lampia

Soroti Proyek Jetty IHIP di Luwu Timur, APAL Minta PT WIKA Buka Kesempatan bagi Warga Lampia

Adil To Amir Ketua Asosiasi Pengusaha Asli Lampia (Foto: MaliliPos.com)

LUWU TIMUR – Pembangunan proyek jetty untuk kawasan PT Indonesia Huali Industrial Park (IHIP) di Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, mendapat perhatian dari Asosiasi Pengusaha Asli Lampia (APAL).

APAL berharap kehadiran PT WIKA dalam pekerjaan pembangunan jetty tersebut tidak hanya berdampak pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membuka ruang yang lebih besar bagi masyarakat Lampia, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja lokal.

Ketua APAL, Adil To Amir, mengatakan masyarakat setempat perlu mendapat kesempatan yang proporsional untuk terlibat dalam proyek sepanjang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pekerjaan.

“Tenaga kerja lokal harus diberi kesempatan. Tentunya berdasarkan kompetensi dan kebutuhan proyek,” ujar Adil saat ditemui di Eatery and Cafe Mixi Hotel Lagaligo, Desa Puncak Indah, Malili, Rabu (7/10/2026).

APAL Dorong Pemetaan Tenaga Kerja Lokal

Menurut Adil, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membangun basis data tenaga kerja lokal di sekitar wilayah proyek.

Pemetaan tersebut, kata dia, penting agar perusahaan memiliki gambaran mengenai ketersediaan tenaga kerja yang dapat direkrut sesuai kebutuhan.

Jenis pekerjaan yang dapat dipetakan antara lain operator, mekanik, pengemudi, tenaga administrasi, teknisi hingga pekerja konstruksi.

“Kalau datanya tersedia, perusahaan juga lebih mudah mencari tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan,” katanya.

APAL juga mendorong agar informasi mengenai kebutuhan dan proses rekrutmen disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Dengan demikian, warga yang memiliki kualifikasi dapat mengetahui peluang kerja yang tersedia dan mempersiapkan diri sesuai persyaratan.

Muncul di Tengah Sorotan AMAL Bersatu

Dorongan APAL tersebut muncul ketika keterlibatan masyarakat lokal dalam proyek pembangunan jetty IHIP juga menjadi sorotan Aliansi Masyarakat Lampia Bersatu (AMAL Bersatu).

Dalam surat pemberitahuan aksi Nomor 002/AMAL-BERSATU/X/2026, AMAL Bersatu menyatakan pekerjaan pembangunan port atau jetty di area kerja PT IHIP dinilai belum melibatkan kontraktor dan tenaga kerja lokal secara optimal. Surat tersebut juga menyebut adanya kesepakatan sebelumnya yang diklaim dibangun dalam musyawarah pada 16 Juni 2026.

AMAL Bersatu kemudian menjadwalkan aksi di depan Kantor Desa Harapan dan area pembangunan port PT IHIP. Dalam surat tersebut, aksi disebut akan melibatkan sekitar 100 orang.

Dalam pernyataan sikapnya, AMAL Bersatu menyampaikan empat tuntutan utama, yakni pemberdayaan tenaga kerja lokal, pemulangan kontraktor reklamasi dan pengerukan dari luar daerah, pemberdayaan kontraktor lokal dalam pembangunan port PT IHIP, serta penghentian masuknya dump truck dan alat berat dari luar pada area proyek.

Sorotan tersebut menunjukkan bahwa persoalan manfaat ekonomi proyek bagi masyarakat sekitar tidak hanya berkaitan dengan lapangan kerja, tetapi juga menyentuh keterlibatan pelaku usaha dan kontraktor lokal.

Rekrutmen Diminta Transparan

APAL berharap proses rekrutmen tenaga kerja untuk proyek jetty dilakukan secara transparan sehingga masyarakat memiliki akses informasi yang sama.

Menurut Adil, keterbukaan informasi penting untuk menghindari munculnya persepsi bahwa masyarakat sekitar tidak mendapatkan kesempatan yang cukup dari aktivitas pembangunan di wilayah mereka.

APAL juga mendorong adanya pelatihan atau peningkatan kompetensi bagi tenaga kerja lokal apabila terdapat persyaratan tertentu yang belum dapat dipenuhi.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga dapat meningkatkan kemampuan agar mampu memenuhi standar pekerjaan yang dibutuhkan perusahaan.

Dorong Komunikasi dengan Masyarakat

Selain persoalan tenaga kerja, APAL berharap komunikasi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah desa dan organisasi lokal dapat dilakukan secara rutin.

APAL menyatakan siap menjadi bagian dari komunikasi tersebut, terutama dalam membantu mengidentifikasi tenaga kerja maupun pelaku usaha lokal yang memiliki kapasitas untuk terlibat dalam proyek.

“Harapannya, keberadaan proyek ini bisa memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Lampia,” ujar Adil.

Surat AMAL Bersatu sendiri ditembuskan kepada sejumlah pihak, antara lain Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, DPRD Luwu Timur, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, PT IHIP, PT Wika Rekayasa Konstruksi (PT WRK), Kecamatan Malili, Pemerintah Desa Harapan dan BPD Desa Harapan.

Bagi APAL, pembangunan jetty IHIP di wilayah Lampia seharusnya dapat menjadi momentum untuk memperkuat keterlibatan masyarakat lokal, baik melalui kesempatan kerja maupun ruang bagi pelaku usaha setempat.

Dengan tetap mengedepankan kompetensi, kebutuhan proyek dan proses rekrutmen yang transparan, APAL berharap investasi dan pembangunan infrastruktur di Lampia dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. (*)


Redaksi

Komentar Via Facebook :