Unhas Dorong PKK Desa Pataro Bulukumba Kembangkan Biskuit Biji Labu Kuning
BULUKUMBA – Universitas Hasanuddin (Unhas) mendorong pengembangan usaha pangan berbasis potensi lokal melalui pelatihan pembuatan biskuit berbahan biji labu kuning bagi penggerak PKK Desa Pataro, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba.
Program ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Pelatihan yang merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Unhas tersebut digelar di Aula Belajar Masyarakat Desa Pataro, Sabtu (4/7/2026), dan diikuti 30 penggerak PKK yang aktif dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi keluarga.
Tim pengabdian dipimpin Prof. Dr. Aminuddin Syam, SKM., M.Kes., M.Med.Ed., bersama Prof. Dr. Iin Karita Sakharina, SH., MH., Prof. Dr. Nurhaedar Jafar, Apt., M.Kes., dan Ulfah Najamuddin, S.Si., M.Kes., Ph.D.
Ketua tim pengabdian, Prof. Aminuddin Syam, mengatakan biji labu kuning memiliki kandungan protein, lemak sehat, mineral, dan antioksidan yang tinggi sehingga berpotensi dikembangkan menjadi produk pangan fungsional dengan nilai ekonomi yang lebih baik.
Menurutnya, pemanfaatan bahan baku lokal menjadi produk olahan merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya usaha pangan berbasis desa.
"Melalui pelatihan ini kami berharap masyarakat mampu mengolah sumber daya lokal menjadi produk pangan yang sehat, bernilai tambah, dan memiliki daya saing di pasar," ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai kandungan gizi biji labu kuning, teknik pembuatan biskuit, pengemasan produk, hingga strategi pengembangan usaha rumahan. Kegiatan juga dilengkapi praktik langsung agar peserta memahami seluruh tahapan produksi secara aplikatif.
Selain keterampilan produksi, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha pangan. Prof. Iin Karita Sakharina memaparkan aspek hukum bagi pelaku usaha mikro, sementara Prof. Nurhaedar Jafar dan Ulfah Najamuddin menjelaskan prosedur pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), serta Sertifikat Halal sebagai langkah meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas akses pemasaran.
Kepala Desa Pataro mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat melahirkan produk unggulan desa sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan melalui diskusi, sesi tanya jawab, dan praktik pembuatan biskuit. Sejumlah peserta menyatakan siap mengembangkan produk olahan biji labu kuning sebagai salah satu usaha rumah tangga yang memiliki prospek pasar.
Melalui Program Kemitraan Masyarakat ini, Universitas Hasanuddin kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi melalui pengembangan pangan lokal yang sehat, inovatif, dan berkelanjutan. (*)







Komentar Via Facebook :