Djoko Siswanto Melapor Perkembangan MJ-169 Wilayah Mangunjaya; Pengembangan Migas Domestik Masih Menyimpan Peluang Besar

Djoko Siswanto Melapor Perkembangan MJ-169 Wilayah Mangunjaya; Pengembangan Migas Domestik Masih Menyimpan Peluang Besar

Jakarta - Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, melaporkan keberhasilan pengeboran sumur pengembangan MJ-169 di wilayah Mangunjaya kepada Menteri ESDM, Wakil Menteri ESDM, Komwas SKK Migas, Kamis (21/5/26).

“Hasil awal yang sangat menjanjikan, kini tim telah menjalani uji produksi awal pada 19 Mei 2026,” kata Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, saat mengungkapkan bahwa pemboran sumur MJ-169 berhasil dilakukan dan hasilnya cukup mencolok.

Keberhasilan MJ-169 menjadi sinyal bahwa eksplorasi dan pengembangan migas domestik masih menyimpan peluang besar, “terutama melalui pembukaan kompartemen-kompartemen baru yang sebelumnya belum tergarap optimal”.

Sumur tersebut katanya, “mampu menghasilkan minyak sebesar 1.600 barel minyak per hari (BOPD) dengan kandungan air yang sangat rendah, yakni hanya 0,2 persen. Selain minyak, sumur ini juga menghasilkan gas sebesar 0,24 MMSCFD”.

Keberhasilan ini menjadi semakin penting karena sumur MJ-169 menargetkan lapisan PLB-G di kawasan Blok Utara-Timur Laut Mangunjaya, yang disebut sebagai new pool compartment atau kompartemen reservoir baru.

Area tersebut dipisahkan oleh fault sealing dari kompartemen Mangunjaya eksisting, sehingga diyakini masih memiliki tekanan reservoir alami (pressure virgin) yang sangat baik.

Data teknis menunjukkan tekanan reservoir ekuivalen SG berada di angka 0,985 - indikasi bahwa cadangan di area ini masih “segar” dan belum banyak terproduksikan.

Temuan ini membuka peluang besar bagi pengembangan lanjutan di kompartemen Utara-Timur Laut Mangunjaya.

“Jika hasil evaluasi berikutnya tetap positif, kawasan ini berpotensi menjadi sumber produksi baru yang signifikan bagi industri migas nasional,” katanya.

Namun demikian, tantangan teknis tetap menjadi perhatian. Dalam uji produksi awal ditemukan indikasi produksi pasir, sehingga tim teknis akan melanjutkan evaluasi bean performance guna mengoptimalkan produksi sekaligus meminimalkan risiko pasir ikut terangkat bersama fluida produksi.

Di tengah dinamika industri energi global dan kebutuhan menjaga ketahanan energi nasional, keberhasilan sumur MJ-169 menjadi suntikan optimisme baru bagi SKK Migas dan Pertamina**.


Komentar Via Facebook :