Apresiasi Pada Kapolda Riau; Polisi Telah Menyelesaikan Kerja Berat dengan Menunjukan Kinerja Hebat Membantu Negara dan Menyelamatkan Rakyat
Pekanbaru - Sebelumnya pemberitaan dari media online maupun media social termasuk tiktok ada fakta bahwa Ketua DPD GRANAT, Dr. Freddy Simanjuntak, SH, MH, diduga melakukan penggiringan opini.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, saat pengukuhan duta anti narkoba Polda Riau di Lantai 5 Mapolda Riau, Kamis (16/4/26) yang dilansir media menyebut penanganan perkara narkotika dalam dugaan penyalahgunaan wewenang dalam penanganan perkara narkotika di Satresnarkoba Polresta Pekanbaru, “isu adanya aliran dana sebesar Rp200 juta yang dikaitkan dengan Kasat Resnarkoba tidak terbukti.
Menurut Herry, pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan pengecekan secara menyeluruh terhadap informasi yang beredar di publik. Hasilnya, tidak ditemukan adanya aliran dana sebagaimana yang dituduhkan oleh lembaga anti narkoba.
“Yang terjadi pada Kasat Polresta Pekanbaru, setelah kita cek itu tidak benar, yang Rp200 juta itu tidak benar,” tegas Herry.
Pernyataan Kapolda Riau ini diapresiasi oleh pemerhati Hukum dan praktisi Hukum, Afriadi Andika, SH, pada Jumat (17/4/26).
Afriadi Andika mengatakan ketegasan kepolisian Polda Riau pada dugaan penyebaran berita bohong atau berita Hoax yang disampaikan kepada Publik meresahkan masyarakat.
Apalagi berita hoax ini didengar berbagai elemen masyarakat sehingga mendorong dan mendesak kepolisian menindak tegas pelaku penyebaran berita bohong yang memprovokasi itu, apalagi berita bohong ini telah merusak citra kepolisian.
“Saya selaku praktisi hukum memberikan apresiasi tinggi kepada Kapolda Riau dalam menjaga keamanan, ketertiban dan menindaklanjuti pemberitaan yang lagi heboh dalam dugaan aliran dana Rp. 200 juta yang terkait dengan kasat Narkoba Polresta Pekanbaru. Terima kasih kepada Kapolda Riau yang sudah bekerja luar biasa dalam ketegasan penegakkan Hukum di bumi lancang kuning ini,” kata Afriadi Andika.
Sambung Afriadi Andika, “sebagaimana kita ketahui selama ini selain menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif Polda Riau juga rutin mengedukasi warga soal pentingnya menjaga toleransi, mencegah konflik sosial, serta mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan sekitar”.
“Kehadiran polisi bukan hanya untuk menegakkan hukum, tapi juga sebagai sahabat masyarakat,” demikian tegas dia.
Sambungnya, “apresiasi dari masyarakat ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat Riau khususnya Kota Pekanbaru, serta menjadi semangat baru bagi personel Polda Riau untuk terus memberikan pelayanan terbaik".
Selain itu, ia berharap kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada penindakan akan tetapi juga memperkuat langkah - langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat.
Menurutnya, literasi digital menjadi aspek penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak mudah terjebak dalam praktik kejahatan, penipuan, penyebaran berita bohong, pemberantasan narkoba dan membasmi premanisme serta kejahatan trans lainnya.
“Penegakan hukum harus diimbangi dengan edukasi. Masyarakat perlu dibekali pemahaman agar tidak menjadi korban kejahatan digital,” tambahnya.
Katanya, "tahun ini merupakan cobaan terberat bagi Polda Riau dan jajaran dimana dituntut kerja keras meningkatkan pelayanan, perlindungan, dan mengayomi seluruh lapisan masyarakat”.
“Artinya, kehadiran Polri diperlukan masyarakat, karena tugas Polri adalah melayani, melindungi, dan mengayomi,” ulasnya.
Selain itu katanya, “kita berikan apresiasi yang tinggi terhadap pengabdian seluruh jajaran Polda Riau yang telah menunjukan kinerja hebat membantu negara dan menyelamatkan rakyat".
Pungkas Afriadi Andika, “sebagai masyarakat pemerhati Hukum dan praktisi Hukum ini menilai tugas dan tantangan Polda Riau di masa mendatang akan semakin berat”.
“Untuk itu dibutuhkan semangat dan kinerja yang semakin profesional, modern, supaya semakin dipercaya masyarakat,” tutupnya.**






Komentar Via Facebook :