"Overall Asia WealthTech Provider" diraih Lu International di Ajang The WealthTech Asia Awards

"Overall Asia WealthTech Provider" diraih Lu International di Ajang The WealthTech Asia Awards

Singapura - Lu International terbentuk di Singapura pada 2017 sebagai unit bisnis internasional pertama milik Lufax Holding. Berhasil meraih gelar "Highly Commended" (Pujian Tertinggi) dalam kategori "Overall Asia WealthTech Provider" di ajang The WealthTechAsia Awards 2021. Ajang ini mengapresiasi bisnis teknologi dalam segmen pengelolaan aset (wealth management) di Asia.  

Sejak itu, Lu International memperluas kegiatan operasional dan jangkauan pasar secara pesat di Asia.  Lu International berbasis di Singapura, pintu gerbang Asia Tenggara, dan termasuk salah satu platform pengelolaan aset pertama di Singapura yang menyediakan layanan pembukaan rekening daring dan investasi secara terpadu.  Dengan demikian, Lu International sukses menjadi platform teknologi finansial (tekfin) pilihan lembaga keuangan konvensional di kawasan ini.  Berkat platform Lu International, lembaga-lembaga keuangan tersebut mampu menyediakan layanan keuangan digital bagi investor dengan mudah, efisien, canggih, dan dipersonalisasi.

"Kami gembira menerima penghargaan dari WealthTechAsia dan meraih gelar 'Highly Commended' dalam kategori 'Overall Asia WealthTech Provider'.  Kami berupaya menyediakan solusi holistis yang menjawab tantangan di segmen pengelolaan aset dan berkolaborasi dengan mitra demi mempercepat laju transformasi digital di kalangan lembaga keuangan Asia Pasifik." kata Joanna Tang, CEO, Lu International. 

CEO, ClearView Financial Media, dan Publisher, WealthBriefing, Stephen Harris, turut mengucapkan selamat atas keberhasilan seluruh pemenang penghargaan.  

"Organisasi dan sosok yang meraih penghargaan ini memang layak mendapat apresiasi. Saya ingin mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang dan pihak-pihak yang telah bekerja keras memenangkan penghargaan ini dalam setiap kategori." kata Stephen Harris.

"Penghargaan ini melibatkan dewan juri independen dan ahli yang menilai kiprah para peserta dan respons mereka atas beberapa pertanyaan spesifik. Pertanyaan-pertanyaan ini menilai pengalaman klien ketimbang tolok ukur kinerja kuantitatif. Metode tersebut tergolong unik, dan, menurut saya, termasuk daya tarik dari ajang ini. Penghargaan ini mengapresiasi kalangan operator terbaik di Asia dalam segmen pengelolaan aset. Proses penjurian mengutamakan 'independensi', 'integritas', dan 'analisis akurat', dengan demikian, ajang ini sangat mencerminkan keunggulan layanan pengelolaan aset di Asia." pungkas Stephen Harris.
 


 

Eko Sulastono

Komentar Via Facebook :