Siswi SMA Pradita Dirgantara Raih Dua Penghargaan Dalam Kompetisi PBB

Siswi SMA Pradita Dirgantara Raih Dua Penghargaan Dalam Kompetisi PBB

Boyolali — Patricia Febi Widia Nugrahani, siswa kelas XI SMA Pradita Dirgantara berhasil meraih penghargaan dalam kompetisi model Perserikatan Bangsa-bangsa yang ia ikuti. 

Ia mendapatkan penghargaan sebagai “Honorble Mention of United Nations Commission on the Status of Women” dalam kompetisi Online Distancing Model United Nation (MUN) 3.0 yang diselenggarakan pada 14 – 15 November 2020. Selain itu Ia juga berhasil menyabet penghargaan sebagai "Best Delegate Crisis Committee" dalam kompetisi Together MUN 1.0 pada tanggal 27 – 28 November 2020 lalu.

Model United Nations, yang juga dikenal sebagai Model UN atau MUN, adalah pendidikan simulasi dan/atau kegiatan akademik dimana siswa dapat belajar tentang diplomasi dan hubungan Internasional. Model UN mengajarkan siswa untuk dapat meneliti, berbicara di depan umum, negosiasi, menulis, dan menyusun dokumen. Selain itu, Model ini juga melibatkan siswa untuk berpikir kritis, kerja sama tim, dan kepemimpinan. 

Ajang konferensi Model United Nations, berperan sebagai delegasi, yang ditempatkan di komite dan ditugaskan negara atau organisasi lain. Mereka diberi tugas-tugas di awal, dan bersama
dengan komite mereka  akan membahas topik yang disepakati. 

Dalam kompetisi tersebut Patricia mendapatkan peran sebagai delegasi beberapa negara. diantaranya, Jepang, Tanzania dan Romania. Menurunya, ada tantangan tersendiri saat mengikuti MUN.

“Tantangannya sebenarnya banyak, baik sebelum maupun saat MUN itu sendiri. Kalau sebelum MUN, saya harus melakukan research untuk topik yang ditentukan, posisi negara saya menurut hukum setempat yang berlaku, dan aksi yang sudah pernah dilakukan dalam negara tersebut atau aksi internasional terkait topik”, ujar Patricia.

“Research itu sangat penting untuk menulis position paper, yakni sebuah essay untuk menyatakan posisi negara dan menyampaikan ide solusi yang belum pernah dilaksanakan sebelumnya. Research juga berguna saat hari "H" pelaksanaan MUN untuk bahan pidato dan debat”, imbuhnya. 

Selain itu, menurut Patricia tantangan yang cukup berat adalah ketika harus menggunakan Bahasa Inggris formal di dalam diskusi. 

“Memang selama ini saya berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan teman atau kakak saya, namun, jarang menggunakan bahasa yang formal dan diplomatis,"ungkapnya.
 
Menurutnya, tantangan paling besar adalah membangun rasa percaya diri. Lantaran belum pernah memenangkan lomba pidato atau debat dalam bahasa Inggris sebelumnya, sementara, mayoritas delegasi lainnya sudah memiliki pengalaman dan dasar yang kuat dalam debat. 

Namun, hal itu menjadi motivasi baginya untuk terus belajar dan tidak pernah iri dengan delegasi lain, bahkan patricia mengaku banyak belajar dari kelebihan delegasi lain. "Kelebihan mereka bisa saya terapkan, sedangkan kekurangan mereka bisa saya carikan solusi supaya saya tidak melakukan hal yang sama”, ujarnya.

Dalam kesempatan ini Kepala Sekolah SMA Pradita Dirgantara, Dr. Yulianto Hadi. M.M., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih anak didiknya. 

“Salah satu Seven Survival Skills yang diajarkan oleh sekolah adalah kemampuan untuk berkomunikasi, penting bagi siswa untuk dapat menyampaikan pendapat dan apa yang ada di alam pemikiran mereka," kata Yulianto, Jumat (4/12/2020) di Boyolali. 

Model United Nation ini merupakan ajang yang dapat mengembangkan skills siswa terutama skill komunikasi karena mereka harus berdiskusi dan mencapai kesepakatan mengenai isu global. 

"Selain itu siswa juga harus memiliki kemampuan penelitian yang cakap karena apa yang harus dipaparkan tentunya harus berdasarkan data”, ujar Yulianto. 

"Program sekolah juga telah didesain untuk memfasilitasi siswa mengasah Seven Survival Skills, kata Yulianto, salah satunya komunikasi, termasuk public speaking melalui program “Speech” dimana para siswa setiap hari sebelum apel pagi harus menyampaikan pidato dalam Bahasa Inggris secara bergiliran," ungkapnya lagi. 

“Harapan saya, prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi Patricia dan juga siswa-siswa yang lain untuk terus berkarya, mengembangkan diri dan belajar terus,” pungkasnya.**


 

Batara Harahap
Komentar Via Facebook :