Gerah Tiga Kandidat Bupati Bengkalis Terindikasi Korupsi, GEMMA Akan Gelar Aksi

Gerah Tiga Kandidat Bupati Bengkalis Terindikasi Korupsi, GEMMA Akan Gelar Aksi

Pekanbaru - Gerakan Mahasiswa Menggugat (GEMMA) akan melakukan aksi Pukul 14.00-17.00 Wib dengan titik Kumpul di depan Pustaka Wilayah Riau dan di Kejati Riau, Senin (9/11/20).

Sesuai surat yang diterima redaksi dari Korlap GEMMA, Febrianto. Disebutkan  sebagaimana dalam surat dakwaan  yang telah dibacakan pada sidang terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri Pekanbaru, 17 Juni 2020.

GEMMA meminta KPK untuk mengembangkan kasus ini, dalami setiap keterangan saksi di persidangan dan lakukan penyidikan atas dugaan gratifikasi yang melibatkan Kasmarni dan Iwan Sakai. 

"Kami atas nama GEMMA akan melakukan aksi demonstrasi menuntut agar Kasmarni dan Iwandi (Iwan Sakai) segera ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan gratifikasi sebesar Rp. 22 miliar lebih dan kita mendesak, agar KPK secepatnya menetapkan keduanya sebagai tersangka," ujar Febrianto selaku Korlap.

Menurut Febrianto, Iwan Sakai yang merupakan "orang dekat" Amril Mukminin juga diduga turut serta secara aktif terlibat dalam gratifikasi tersebut. 

Sedangkan Kasmarni sangat jelas sebagai istri Amril Mukminin sekaligus sebagai ASN diduga telah menerima uang gratifikasi baik secara tunai maupun lewat transfer mencapai Rp 22 Miliar lebih dalam kurun waktu tahun 2012-2019 dari dua orang pengusaha sawit yang beroperasi didesa balai raja kecamatan pinggir kabupten Bengkalis.

 

Ketua Lembaga Independen Pemberantas Pidana Korupsi (LIPPSI) Mattheus, menyambut baik atas rencana aksi tersebut. Menurutnya,"ini menjadi bukti bahwa kelompok masyarakat dan Mahasiswa Bengkalis tidak ingin kejadian berulang, masyarakat sudah capek melihat pemimpin yang culas," ungkapnya. 

Masih menurut Mattheus, kebetulan saat ini tahun politik, aksi-aksi seperti ini kita harapkan menjadi sinyal bagi para calon yang maju di Bengkalis untuk sadar diri," ujarnya.

Mattheus mengingatkan, aksi ini jangan hanya menyasar kepada dua orang (Kasmarni dan Iwan Sakai) saja, tetapi harus lebih jauh, karena dalam persidangan ada nama-nama lain yang disebut oleh saksi.   

"Peristiwa hukumnya diduga sejak ada cawe-cawe penyusunan anggaran hingga ketok palu APBD Bengkalis untuk pembangunan jalan Duri-Pakning dan lima proyek lainnya.  "Itu jika kita mengacu pada surat dakwaan dan keterangan saksi dalam persidangan,"ujarnya. 

Jadi hemat saya, sudah sepatutnya GEMMA menyerukan agar KPK menyidik yang lain juga. "Jangan pula aksi yang tadinya bertujuan agar kasus korupsi ini diusut sampai ke akar-akarnya, malah menjadi "insentif elektoral" bagi pasangan tertentu." cetusnya. 

"Apalagi yang akan melakukan aksi kan Mahasiswa yang adalah orang-orang terdidik, buka saja, agar masyarakat bisa menilai baik buruknya para calon Bupati Bengkalis itu," pungkasnya.**


 

Batara Harahap
Komentar Via Facebook :