Diduga Tercemar Limbah Air PT.CPI Puluhan Ribu Budidaya Ikan dalam Kerambah Mati di Teluk Mega

Diduga Tercemar Limbah Air PT.CPI  Puluhan Ribu Budidaya Ikan dalam Kerambah Mati di Teluk Mega

Alang Ijeh saat diatas budidaya ikan kerambah miliknya di tepi sungai Rokan

Rokan Hilir -  Lebih kurang 50.000 ribu bibit ikan milik warga Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Ulak Ajo Jatuh , Kepenghuluan Teluk Mega Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir , diduga mati tercemar  oleh  limbah air pengelolaan PT.Cevron Pasifik Indonesia (CPI) yang dibuang ke aliran Sungai Rokan .

Usaha warga kelompok budidaya ikan  kerambah yang dipelihara di pinggiran aliran sungai Rokan ini terdiri dari jenis Ikan Baung ,Nila ,Ikan Mas , Lele, diduga mendadak mati akibat air sungai Rokan tercemar oleh limbah air PT.Cevron Pasifik Indonesia .

"Kejadian matinya ikan-ikan dalam kolam kerambah pertama kali diketahui sejak bulan Juli, hingga bulan Agustus dan paling banyak mati pada bulan September 2020,
" Awalnya saya melihat banyak ikan yang terapung di dalam kolam kerambah saya  ," kata Alang  Ijeh selaku ketua Pokdakan Ulak Ajo Jatuh kepada awak media di Tekuk Mega, 12 September 2020

Mengetahui hal itu dirinya segera berupaya menyelamatkan ikan-ikan itu, namun hanya sedikit yang bisa diselamatkan." Ujarnya .

Ia menduga aliran air sungai Rokan  yang digunakan untuk budidaya ikan kerambah  telah tercemar oleh limbah air PT. Chevron yang di buang ke Sungai Rokan, saat melihat kejadian matinya ikan di kerambah itu , hal ini karena  dirinya melihat kondisi di atas air sungai ada minyak mentah kotor yang terapung di atas kerambah miliknya  ." Ujarnya sambil memperlihatkan sample air yang di simpannya dalam botol air mineral Aqua .

Diceritakannya setelah kejadian itu dirinya sudah memberitahukan kejadian itu kepada pihak PT. Chevron dan pihak PT.Chevron sudah pernah turun kelokasi untuk melakukan verifikasi dilokasi kerambah , namun sampai berita ini di turunkan dirinya belum ada mendapat keterangan dan informasi dari pihak PT Chevron.

" Anehnya sampai hari ini pak , belum ada jawaban dari pihak PT. Chevron terkait kejadian itu , saya sudah dirugikan "  Ujarnya dengan nada sedih

Terhadap kejadian itu , Alang Ijeh mengharapkan Pihak PT Chevron dan Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir  dan pihak terkait bisa menindaklanjuti kasus dugaan pencemaran ini , " Harapnya 

" Akibat kejadian ini, saya merasa takut dan was was apabila kejadian ini terulang lagi , saya sebagai Petani Kerambah di Sungai Rokan  takut menderita kerugian yang sangat besar karena dari 18 keramba dari beberapa jenis ikan yang saya budidaya bisa mati karena limbah yang saya duga dari air Limbah PT. Chevron yang dibuang ke sungai Rokan tepatnya  di hulu lokasi kerambah milik saya ." Ujarnya.

Ditempat terpisah,Communication Corporate Affair PT CPI Yulia Rintawati,ketika dikonfirmasi awak media sebelumnya mengatakan, bahwa permasalahan tersebut masih ditanyakan di team terkaitnya,"Masih ditanyakan di team terkait mas," kata Yulia Rintawati singkat melalui pesan WhatsApp nya.

 


Anggi Sinaga
Komentar Via Facebook :