Gubri Syamsuar Boyong Pejabat Siak ke Prov Riau, Dr. Huda: Haaah!

Gubri Syamsuar Boyong Pejabat Siak ke Prov Riau, Dr. Huda: Haaah!

Pekanbaru - Baru saja usai melantik 737 pejabat dilingkungan Pemprov, Gubernur Riau Syamsuar dan Sekretaris Daerah Propinsi, Yan Prana Jaya Indra Rasyid saat ini menjadi sorotan di ruang publik.

Pasalnya anggota keluarganya dari istri, abang, adik hingga menantu diangkat sebagai pejabat daerah Riau pada Selasa 7 Januari 2019 lalu kini memicu kekecewaan publik.

Pasalnya, kinerja Syamsuar dan Yan Prana Jaya Indra Rasyid dianggap belum terlihat selama satu tahun menjabat.

Disebutkan sejumlah media, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama kepala daerah se-Sumatera pada saat kumpul di Batam, Kepri, Rabu, 28 November 2018 silam pernah mengingatkan Syamsuar Gubernur Riau (sebelumnya Bupati Siak) agar tidak membawa orang-orangnya menduduki jabatan tertentu ke Pemerintahan Propinsi. 

 

Faktanya, ada banyak pejabat di propinsi Riau berasal dari siak, yaitu:

Misalnya, Yan Prana dari Siak sekarang menjabat sebagai Sekda Propinsi Riau sebelumnya mantan Kepala Badan Keuangan (BKD) Pemkab Siak.

Tidak hanya sebagai Sekda Riau, Yan Prana juga saat ini menjabat sebagai Komut BRK (Bank Riau-Kepri). 

"Untuk diketahui juga, Bulan Juli tahun 2020, Yan Prana sudah pernah diperiksa Kejati Riau sebagai Saksi dugaan korupsi dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) di Kabupaten Siak."

Kemudian, Kepala Biro Umum Setdaprov Riau, Irwan Kurniawan, S.Sos, M.M. (sebelumnya mantan Camat Kandis, Kabupaten Siak) asal Siak,

Selanjutnya, Kapala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Riau, Yurnalis, S.Sos, M.Si (sebelumnya mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Siak),

 

Dan Kadis Pendidikan Provinsi Riau, Zul Ikhram, S.Pd., M.Pd. (sebelumnya mantan Sekretaris Dinas Perpustakaan Kabupaten Siak).

Juga, Kepala Dinas Pariwisata Riau: Roni Rakhmat, S.STP., M.Si. (Sebelumnya mantan Kabag Umum Siak), ini kata banyak kalangan Nepotismenya sangat kental.

Pakar hukum Pidana, yang juga Direktur FORMASI Riau, Dr Nurul Huda sebut "haaah" (Kaget).**


Wan Lebonk
Komentar Via Facebook :