Di Chiang Mai University, GCL System Berbagi Wawasan tentang Energi Ramah Lingkungan

Di Chiang Mai University, GCL System Berbagi Wawasan tentang Energi Ramah Lingkungan

Tiongkok - Hari ini 9 Juli 2020, GCL System Integration (GCLSI), penyedia solusi energi surya yang terkemuka di dunia diundang ke Chiang Mai University (CMU). Dalam proyek ini, GCLSI memasok panel surya berefisiensi tinggi dengan volume 12 MW.

Proyek tersebut dikembangkan BCPG, perusahaan ternama di sektor energi terbarukan di Asia Pasifik. Selaku mitra BCPG Public Company Limited (BCPG), CMU, GCLSI berbagi tentang keahliannya setelah sukses mengerjakan proyek PV atap bangunan (rooftop PV) universitas yang terbesar di Thailand.

Perwakilan Regional GCLSI, Apirak Worapamorn menyebut, Lewat proyek ini, CMU ingin menjadi Smart University yang mengembangkan perdagangan energi berbasiskan teknologi blockchain.

"GCLSI bangga untuk berpartisipasi dalam proyek ini," ujar Apirak.

BCPG memilih modul monokristalin berefisiensi tinggi M672H dalam proyek tersebut; produk ini dikenal atas tingkat produksi energi yang lebih besar, kinerja emisi sinar surya dan koefisien suhu yang sangat rendah, serta berhasil lolos dari semua tes termasuk uji coba badai pasir (sand blowing), kabut garam (salt mist), dan korosi amonia sehingga dapat dipakai di lingkungan yang menantang.

Efisiensi modul yang lebih baik mampu menekan biaya BOS. Lebih lagi, panel modul GCLSI telah terpasang di lebih dari 150 gedung universitas, serta diperkirakan mampu menghasilkan listrik di atas 18.300 MWh per tahun.

Dengan memanfaatkan energi surya, CMU akan mengurangi sekitar 18.250 ton karbondioksida setiap tahun. Proyek ini termasuk di antara 34 proyek dalam program "Energy Regulatory Commission (ERC) Sandbox" yang digagas pada 2019.

Saat ini, sekitar 95% dari energi surya di Thailand berasal dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di darat, menurut Bangkok Post.

Untuk memperbanyak instalasi panel surya di atap bangunan, Thai Energy Reform akan mengkaji kondisi instalasi panel surya di atap bangunan saat ini, dan mengusulkan perencanaan yang lebih baik pada Agustus mendatang.

"Tujuannya ialah menghasilkan 50 MW listrik per tahun dari instalasi panel surya di atap bangunan selama lima tahun ke depan," katanya.

GCLSI, perusahaan energi yang terkemuka di dunia, telah berpengalaman selama lebih dari 20 tahun dalam sektor energi ramah lingkungan dan berkelanjutan.

"GCLSI akan menyediakan berbagai solusi energi yang terdiversifikasi dan sesuai kebutuhan demi memenuhi permintaan atas sistem surya di atap bangunan," pungkasnya.**


Redaksi
Komentar Via Facebook :