Sekda Bengkalis Berbagi Trik Pemadaman Lahan Gambut Saat Kunjungi Lokasi Karhutla

Sekda Bengkalis Berbagi Trik Pemadaman Lahan Gambut Saat Kunjungi Lokasi Karhutla

Advertorial - Sebagai salah satu bentuk dan dukungan kepada petugas yang memadamkan Kebakaran saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sekretaris Daerah Bengkalis H Bustami HY meninjau lokasi kebakaran di dua titik yakni Jalan Poros Desa Sungai Alam – Selatbaru dan Desa Bantan Tua, Senin 12 Agustus 2019.

Pemantauan dan peninjauan pemadam ini juga dlakukan disejumlah titik api yang dilaporkan warga dilokasi tim juga ikut melakukan pemadaman dengan mengotong slang pemadam. Saat melakukan pemadaman tersebut Bustami memberikan trik pemadaman Dilshan gambut pada trombongan pemadam yang terdiri dari Polisi, TNI dan warga.

"Ini kita lakukan untuk mengoptimalkan pembasahan lahan-lahan gambut yang masih menyimpan titik api," kata Bustami Senin (12/8/19).

Dia menjelaskan, sejauh ini, pembasahan merupakan cara paling efektif untuk memadamkan titik api. Ia memperinci, cara efektif pembasahan lahan gambut dapat dilakukan dengan memasukkan pipa air di kedalaman hingga tiga meter. Sumber-sumber air dapat disalurkan dengan bantuan unit mobil pemadam kebakaran.

"Beberapa industri dan perusahaan menunjukkan mereka sebenarnya sanggup membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Ini yang harus digerakkan secara massif. Industri ini segera mengeluarkan unit-unit pemadam kebakarannya dilengkapi dengan pressurised water," katanya. Cara yang efektif lanjutnya, pipa ditanam ke dalam, di kedalaman tiga meter kemudian ada press yang mengarah ke berbagai sudut. (Sementara ada lahan-lahan yang jauh dari sumber air, bisa pakai portable fire pump dari sumber air terdekat lalu dinaikkan ke mobil unit pemadam kebakaran, kemudian baru masuk ke hutan.

Selain itu, menurutnya, perusahaan juga memiliki tenaga terlatih untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah daerah. Selutuh unsur harus mengoptimalkan seluruh tenaga yang dimiliki perusahaan-perusahaan tersebut. Sebab mereka juga ikut bertanggung jawab terhadap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi. 

"Kalau saya lebih menganjurkan pressurized water, misalnya kurang dari pemadam kebakaran, industri dan perusahaan kan bisa membantu, bahkan teknologinya lebih mumpuni. Karena kami pernah melakukan itu," katanya.

"Karena kalau menggunakan bahan kimia itu harus diuji-coba dulu. Karena pengalaman kami waktu menggunakan dry chemical powder, justru dia itu lah yang kembali terbakar menjadi titik api. Air itu, baik water bombing ataupun hujan buatan jauh lebih baik dan efektif dibandingkan menggunakan chemical powder yang justru memicu kembalinya api," jelasnya.

Diceritakan Bustami Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah mencari cara lain memadamkan kebakaran lahan gambut di Sumatera dan Kalimantan.

"Mereka juga yakni dengan menggunakan bahan kimia yang bisa menurunkan temperatur hotspot secara drastis dan tidak menimbulkan asap. Bahan kimia itu masih diujicoba pekan ini. Jika nantinya berhasil, BNPB  akan memesan 40 ton.

Dalam peninjauan ini Sekda didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tajul Mudarris, Kapolres Bengkalis AKBP Yusuf Rahmanto, Kasdim 0303 Bengkalis Dedyk Wahyu Widodo,

Kemudian Camat Bengkalis Ade Suwirman, Camat Bantan Reza Noverindra, Kasi Rekonstruksi Erzansyah, Kabid Logistik Syahidallah dan Kepala Desa Sungai Alam Ahmadi.

Petugas gabungan pemadam karlahut ini tergabung dari Kapolres Bengkalis, Dandim 0303 Bengkalis, BPBD dan dibantu dengan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Sekda Bengkalis mengapresiasi dan memberikan semangat kepada petugas karena beberapa hari telah memadamkan karlahut perkebunan milik masyarakat sekitar, kita harapkan untuk selalu bersabar dan jaga kesehatan.

"Kita patut berikan apresiasi dengan petugas di lapangan yang sudah siap siaga memadamkan api, semoga petugas di lapangan dicatat sebagai amal ibadah, ungkap Bustami.

Dia berharap untuk seluruh masyarakat yang berada di Kabupaten Bengkalis kususnya, Riau umumnnya, janganlah membuka lahan dengan cara membakar karna bisa berurusan dengan pihak penegak hukum.

"Wrga kita saya minta jangan membuka lahan dengan cara membakar karna bisa dipenjara karena itu melanggar hukum," jelasnya lagi.

Sementara itu Kapolres Bengkalis, AKBP Yusuf Rahmanto, juga ikut menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis jika tidak ingin terjerat hukum maka jangan mencoba-coba untuk membuka lahan dengan cara membakar.

"Saya himbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis jika tidak ingin terjerat hukum maka jangan mencoba-coba untuk membuka lahan dengan cara membakar atau tidak menjaga lahan masing-masing," jelasnya.

Sebelumnya kata Kapolres, Himbauan ini sudah sering dilakukan dimulai dari Bhabinkamtibmas, Kepala Desa, tapi ternyata masih ada masyarakat yang melanggar.

"Kita harapkan dengan proses hukum ini dapat menimbulkan efek jera kepada masyarakat,” Kata Kapolres Bengkalis.

Sementara, Kepala Desa Bantan Tua Dian saputra juga melakukan dan menghimbaukan pada seluruh masyarakat yang ada di Desa Bantan Tua ini agar dapat kiranya tidak membakar lahan sembarangan.

"Jangan membka lahan dengan cara membakar karena akibat kebaran ini seluruh masyarakat nanti akan kena dampak pembakaran ini," kata sang Kades.

Kades mengatakan bahwa akibat pembakaran lahan ini bisa menyebabkan kabut asapa yang akan mempengaruhi ekonomi misalnya dalam bidang pariwisata, bahkan banyak juga yang membatalkan pertemuan bisnis karena asap..Dampak asap tidak hanya membuat penjualan menurun, Dia memperkirakan akan menimbulkan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok. Menurutnya, akibat gangguan distribusi, harga barang – barang.

Jelas Kades lagi, Harga bahan pokok sudah naik tentunya kabut asap ini juga akan menggangu kesehatan masyarakat di Bengkalis dan sekitarnya dan berbagai wilayah lainnya.

"Tak bisa dipungkiri penyakit seperti demam dan ISPA akan datang silih berganti menimpa kesehatan masyarakat," katanya.*Adika

Andika
Komentar Via Facebook :