Diduga Hutan Lindung Pantai Matras Kembali Dirusak Digarap Alat Berat Tambang

Diduga Hutan Lindung Pantai Matras Kembali Dirusak Digarap Alat Berat Tambang

Sungailiat - Kawasan hutan lindung pantai (HLP) Matras, Kelurahan Matras, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terindikasi kembali dirusak oleh aktifitas tambang skala besar. 

Terpantau Pewarta HPI Babel & IMO Indonesia Babel, pada Sabtu (3/8/19) sore di lokasi tambang yang tak jauh dari bedeng Akeh tampak tiga unit alat berat (eksavator, red) warna orenge merk Hitachi dua diantaranya tengah beroperasi sementara satu unit lainnya standby di lokasi.

Di lokasi, tampak aktivitas tambang berjalan dengan santainya sementara lokasi itu selama ini diduga masuk kawasan HLP Matras. 

Pewarta HPI Babel, sempat berbincang dengan masyarakat, jika tambang tersebut milik pengusaha tambang dengan inisial MN2 yang diurus oleh pengurus lapangan yakni CKW.

"Tambang itu, disebut-sebut milik MN2 yang diurus CKW pak," ungkap warga yang enggan menyebutkan namanya itu.

Untuk menyakinkan, Pewarta HPI Babel mencari kebenaran terkait siapa pemilik tambang berikut pengurusnya. Hingga Minggu (4/8/19) siang, awak media menghubungi pengusaha MN2 dan CKW melalui nomor sellulernya masing-masing untuk mengkonfirmasi keberadaan aktivitas tambang TN di HL Pantai Matras tersebut. Hanya saja, kedua orang bersangkutan tersebut belum merespon.

Sementara itu, Lurah Matras, Ridwan saat dikonfirmasi mengatakan, jika aktivitas tambang yang dimaksud itu lokasinya di perbatasan wilayah Matras, Sepengetahuan lurah ini, bukan masuk dalam kawasan HLP. 

"Aktivitas tambang itu, diperbatasan pak. Kalau tidak salah masuk dalam kawasan APL. Kalau dikatakan HLP itu posisinya jauh, karena lokasi itu sudah mengarah ke hutan," jelas Ridwan.

Selain, sepengetahuannya jika aktivitas tambang di lokasi yang dimaksud atau tak jauh dari Bedeng Akeh tidak dikerjakan karena sudah keburu kisruh dan tidak ada mufakat.

"Kalau tidak salah, kemarin memang sempat mau bekerja. Namun informasinya tidak jadi," Pungkas Lurah Matras  Ridwan.**

Andre Pascal Posshumah
Komentar Via Facebook :