'Calon Golkar Ditentukan Mekanisme dan Survei'

Line Pekanbaru - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya (Golkar) Koordinator Wilayah Riau, Idris Laena, tidak mempermasalahkan kader partai itu ramai-ramai maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Riau 2018. Menurutnya, Golkar punya mekanisme dalam memilih calon kepala daerah.

"Tidak ada masalah banyak kader yang menyatakan ingin maju. Tapi siapa yang nanti diusung Golkar akan ditentukan melalui mekanisme yang ada," kata Idris di Pekanbaru, Rabu (5/4).

Selain mekanisme di internal partai, tambah Idris, hasil survei menjadi pertimbangan utama DPP Partai Golkar dalam menentukan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah. "Survei dilakukan berkali-kali. Kader memiliki nilai survei tinggi akan menjadi pertimbangan utama untuk dicalonkan," kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ini.

Idris mengingatkan survei itu tidak hanya dilakukan terhadap kader Golkar saja, tapi juga tokoh-tokoh dari luar partai yang dinilai potensial. "Jika hasil surveinya bagus, besar kemungkinan kita usung meski bukan kader Golkar," terangnya.

Hasil survei itu tidak akan dipublikasinya hanya menjadi konsumsi internal Partai Golkar saja. "Jadi kalau saat ini ada hasil survei Partai Golkar yang beredar di masyarakat, maka itu tidak benar," katanya.

Seperti diketahui, sejumlah kader Partai Golkar sudah menyatakan niatnya maju di Pilkada Riau 2018. Mereka adalah Muhammad Harris (Bupati Pelalawan), Syamsuar (Bupati Siak), Yopi Arianto (Bupati Indragiri Hulu), Arsyadjuliandi Rachman (Gubernur Riau dan Ketua DPD I Partai Golkar Riau), Septina Primawati (Ketua DPRD Riau), dan banyak lagi. **


 

Komentar Via Facebook :