Salurkan Bantuan Pada Orang Mampu, Kades Ini Disorot

Salurkan Bantuan Pada Orang Mampu, Kades Ini Disorot

Bengkalis - Pembagian sembilan bahan pokok (Sembako) pada bulan Ramadhan oleh pemerintah daerah memalui Pemdes berpolemik.

Bantuan yang ditujukan kepada masyarakat kurang mampu di Desa Berancah, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau justru menjadi sejumlah masalah bagi warga.

Walau kegiatan ini sudah menjadi tugas rutinitas tahunan pemerintah Bengkalis, namun implementasinya terbalik, bantuan ini seharusnya kepada masyarakat yang miskin tapi disalurkan pada yang mampu.

Namun sayang warga miskin di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis tidak kebagian, mereka mengaku kecewa karena tidak mendapatkan pembagian sembako murah beberapa hari yang lalu tersebut.

"Kami kecewa pak, masak yang rerima bantuan orang mampu, kami yang msikin ini kok tidak diberitahukan," kata keluarga warga Desa Berancah, Kecamatan Bantan Sarifah (59) dan suaminya Mansur (54) yang terbujur sakit, seperti dilansir dari kabarriau.com pada Rabu (15/5/19).

Dikonfirmasi Kepala Desa Berancah, Turadi mengatakan, bahwa bantuan sembako itu di tujukan ke masyarakat yang kurang mampu, bukan untuk masyarakat sakit. Dan tahun sebelumnya program itu tidak ada, tapi keluarga Sarifah (59) dapat bantuan sembako.

"Mereka dapat," katanya.

Dijelaskanya, dari pemberitaan beberapa hari yang lalu terkait yang tidak dapat bantuan sembako tersebut, pemerintah Desa Berancah, Kecamatan Bantan, mengabaikan saja sebab itu hoax.

"Berita itu saya nilai hoax," ucapnya ke sejumlah awak media, Senin pagi di ruang kerjanya.

Pembagian kupon sembako itu jelasnya, langsung pada kepala dusun (Kadus) yang membagikan langsung ke masyarakat setempat. "Dan juga jika ada keluarga saya atau pun keluarga dari Pemdes yang miskin dan layak menerima bantuan sembako itu, kami akan membagikan langsung bantuan sembako," katanya.

Namun ada yang aneh sebab sejumlah awak media meminta data tertulis dari dia, bagi warga yang menerima bantuan sembako tersebut, Turadi, selaku kepala desa Berancah tidak bisa membuktikan data yang telah yang menerima sembako itu.

"Data itu ada di kecamatan, dan bagi masyarakat di desa Berancah, Kecamatan Bantan, yang sudah terdata sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tidak menerima bantuan sembako sekaligus karena itu menjadi komitmen tingkat Desa." tutupnya.*Dika

Komentar Via Facebook :