PT SSL Masuk Siak Menjadi Biang Sengsarakan Masyarakat, Afni ; Sungai dan Hutan Berubah Menjadi Konflik

PT SSL Masuk Siak Menjadi Biang Sengsarakan Masyarakat, Afni ; Sungai dan Hutan Berubah Menjadi Konflik

Siak - Nyaris bercucuran air mata Bupati Siak, Afni Zulkifli meminta Menteri Kehutanan untuk mengevaluasi izin PT. Sumber Seraya Lestari (SSL).

“Saat PT SSL datang di Siak berubah menjadi arena konflik yang tidak pernah selesai sampai hari ini. Kami bermohon bersembah sepuluh jari kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, agar mengadendum izin PT. SSL,” demikian kata Afni dalam sebuah unggahan Tiktok @Afni.Z.

“Video ini saya tujukan kepada yang kami muliakan Menteri kehutanan Raja Juli Antoni,” kata Afni memulai Video di tiktok tersebut, pada Minggu (31/8/25).

Kata Afni, “dahulu tanah ini (Kab. Siak) begitu damai begitu aman dan masyarakat bersubasi dengan alam, namun kini setelah PT. Sumber Seraya Lestari (SSL) masyarakat tidak bisa lagi berdampingan dengan alam”.

Hal ini disebutkan oleh Afni karena diduga kecewa dengan pemegang saham PT. SSL yang tidak memberi ruang kepada masyarakat untuk melakukan restorasi justice (atau berdamai) dengan beberapa masyarakat siak yang sudah dipenjarakan oleh perusahaan PT SSL.

“Dengarkan lah suara dari masyarakat adat kami, suara dari datuk - datuk kami dan saksi hidup yang dipenjarakan oleh PT SSL, dahulu sungai kami lestari namun setelah kedatangan perusahaan ini sungai tidak seperti dahulu lagi,” kata Afni dengan suara berat.

PT SSL ini kata Afni, “tetap ngotot memperluas lahan (RKT) mereka padahal sudah dekat dengan kampung - kampung tua. Kami bermohon pak Menteri Kehutanan untuk tidak memperluas lagi RKT PT SSL. Tidak mungkin PT SSL untuk memperluas RKT kerjanya lagi. 9000 hektar saja sudah membuat banyak air mata dan tangisan dan banyak kehilangan tanah tua rakyat Siak.

“Kami mohon bapak Menteri hentikan RKT PT SSL, bahkan biar perlu bila terbukti melakukan kegiatan - kegiatan yang membuat konflik dengan masyarakat setempat kami mohon bapak Menteri hentikan (bekukan) izin PT SSL. Atau cabut secara permanen,” kata Afni.

Apalagi kata Afni, "Kepedulian perusahaan ini sangat kurang buktinya jalan Kampung Tumang rusak parah dan sangat susah dilalui masyarakat".

“Antarkan kepada kami investasi yang tidak berkonflik dengan masyarakat kami yang berkeadilan sebagaimana cita -cita Pak Presiden Prabowo. Kami bermohon turunkanlah tim ke Siak untuk duduk bersama - sama sesuai peraturan dan UU yang ada dengarkan suara datuk - datuk  kami yang dalam penjara karena konflik ini,” pungkas Afni.**


Komentar Via Facebook :