Tim Matching Fund Politeknik Negeri Bengkalis Gelar Pelatihan Model Wirausaha G2R Tetrapreneur

Tim Matching Fund Politeknik Negeri Bengkalis Gelar Pelatihan Model Wirausaha G2R Tetrapreneur

Foto Bersama Politeknik Negeri Bengkalis, BUMDes Kuala Alam dan Peserta Pelatihan

Bengkalis - Melalui program Matching Fund 2022, tim Matching Fund Politeknik Negeri Bengkalis dan BUMDes Kuala Alam menggelar pelatihan wirausaha tetrapreneur untuk memberikan masukan dan wawasan kepada penggiat ekonomi Desa Kuala Alam terkait mengenai Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur dengan menghadirkan narasumber Ibu Rika Fatimah, ST.,M.Sc.,Ph.D. Sabtu (17/09/2022). 

G2R Tetrapreneur atau Global Gotong Royong (G2R Tetrapreneur) merupakan model wirausaha baru yang dikembangkan oleh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM yaitu Rika Fatimah, ST.,M.Sc.,Ph.D. Program Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur. 

Inovasi solidaritas gerakan gotong royong dan wirausaha desa yang bertujuan membawa kearifan lokal Indonesia ke kancah dunia. Sasaran G2R adalah pedesaan, yang notabene adalah salah satu wilayah yang memiliki keunggulan bersaing yang terintegrasi baik melalui pemerintah, akademisi, pemerintah Desa maupun lembaga-lembaga yang berada di dalam Desa hingga masyarakat luas.

Pada kesempatan ini, Ibu Rika Fatimah menjelaskan bahwa gotong royong merupakan kearifan lokal bangsa Indonesia yang bisa diangkat dalam bidang ekonomi guna memajukan daerah.

"Lebih lanjut narasumber juga menjelaskan bahwa G2R Tetrapreneur merupakan gotong wirausaha desa berbasis 4 pilar yaitu rantai pasok (Tetra1), pasar(Tetra 2), kualitas (Tetra 3), dan merek wirausaha (Tetra 4)," jelas Rika Fatimah. 

Integrasi nilai gotong royong yang ada dengan model tetrapreneur diharapkan dapat menjadi sinergi bagi desa untuk mampu bersaing, bekerja sama, dan beradaptasi untuk terus maju ke tatanan global masa depan.”

Perilaku gotong royong atau saling membantu sudah ada dan dimiliki oleh bangsa Indonesia sejak zaman dahulu. Gotong royong adalah suatu kepribadian bangsa serta budaya yang sudah melekat dan berakar di dalam kehidupan masyarakat.

Kegiatan  dilaksanakan secara virtual melalui media zoom meeting, bertempat di gedung pertemuan Desa Kuala Alam, peserta dihadiri oleh pengurus BUMDesa Kuala Alam, UMKM binaan dan masyarakat pegiat wirausaha yang berdomisili di Desa Kuala Alam.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Desa dalam mengelola metode wirausaha berbasis gotong royong dengan metode tetrapreneur untuk menghasilkan produk unggulan Desa yang dapat meningkatkan ekonomi Desa.

Dan kegiatan ini sepenuhnya disupport oleh Kegiatan Matching Fund 2022. Matching Fund adalah bentuk nyata dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek). 

Matching fund yang dilaksanakan ini kolaborasi antara Politeknik Negeri Bengkalis dan BUMDes Kuala Alam sebagai mitra.**


Andika

Komentar Via Facebook :