Ratusan Rakit PETI di Pantai Motongkat Meresahkan, Aparat dan Pemerintah Terkesan "Tutup Telinga?"

Ratusan Rakit PETI di Pantai Motongkat Meresahkan, Aparat dan Pemerintah Terkesan "Tutup Telinga?"

Sulut - Pantai Desa Motongkat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dalam sebulan terakhir kembali dipenuhi rakit-rakit penambang emas ilegal atau penambangan emas tanpa izin (PETI), terpantau para penambang dari berbagai daerah ini menyerbu dan diduga merusak biota laut dengan mengeksploitasi tanpa ada izin.

Tragisnya, Dinas Pertambangan dan Energi didaerah ini terkesan tutup mata terhadap penambangan emas ilegal ini, dan perusakan terumbu karang di Pantai Motongkat, Kecamatan Nuangan, Kabuten Bolaang Mongondow Timur Sulawesi Utara, sepertinya dibiarkan. 

Terpantau okeline dilokasi, rakit-rakit berserakan di sepanjang jalur pantai Desa Motongkat, diduga para penambang berasal dari berbagai kota seperti Gorontalo, Kotamobagu, Bolangmongondo dan desa-desa di sekitarnya.

Meski diduga tidak mengantongi ijin dari Pemerinta Daerah setempat di lokasi itu para penambang ini melakukan aktivitas ilegal secara leluasa, bahkan aparat kemananpun dibuat tidak berkutik.

Dari hasil wancara Okline.com, Kamis lalu, beberapa penambang membenarkan mereka sudah bebas dari pengawasan, mereka mengatakan kini bebas untuk menambang siang maupun malam hari.

Hal senada juga disampaikan salah satu penambang, Uyo. saat diwancara ia membenarkan kalau mereka bebas karena mendapat izin dari oknum Pemerintah Desa setempat (Sg). "Kalau tidak, kami tidak mungkin menambang," kata dia dengan santai.

"Yang jelas, hanya penambang yang punya "kerjasama?" dengan oknum Desa lah yang bisa menambang disini," ulas dia membuka rahasia.

Terpantau untuk memisahkan emas dari pasir hasil penyedotan dalam Pantai Motongkat tersebut penambang menggunakan Air Raksa (Merkuri).

Seperti kita tahu, Merkuri dan turunannya sangat beracun, sehingga kehadirannya di lingkungan perairan pantai Boltim dapat sangat merugikan. Pencemaran karena merkuri ini bisa masuk ketubuh manusia melalui ikan (makan ikan bermerkuri).

Kadang warga sekitar lokasi tambang tidak sadar bahwa pengaruh pencemaran merkuri terhadap ekologi bersifat jangka panjang, yaitu meliputi kerusakan struktur komunitas, gen, jaringan makanan, tingkah laku, dan fisiologi hewan air

Sementara Itu Kepala dinas pertambangan dan Energi Bolaang Mongondow Timur Sulawesi Utara, belum dikonfirmasi.**


 

Arter R Mamahit
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT