Judi Gelper Menjamur, Warga Dumai Resah

Judi Gelper Menjamur, Warga Dumai Resah

Dumai - Permainan yang diduga kuat perjudian jenis tembak Ikan-ikan yang sebelumnya marak di kawasan pinggiran Kota Dumai ini sejak awal bulan Januari 2021 terlihat kocar kacir.

Pantauan media dilapangan, sejak mamasuki awal tahun 2021, hampir semua gelanggang permainan (Gelper) yang ada di Kota Dumai juga ikut tutup secara serentak.

Hingga berita ini, belum diketahui apa yang menjadi alasan, tiba-tiba Gelper tersebut tutup secara bersamaan. 

Bisnis permainan mesin yang menjadi kegemaran para pecandu yang dinominasi orang dewasa ini, menjamur hingga pinggiran Kota Dumai.

Informasi yang dirangkum, meski sejumlah Gelper yang katanya memiliki izin telah tutup, namun, ada saja oknum pengusaha yang berani membuka secara diam diam.

Diketahui sebelumnya, sejumlah lokasi permainan judi tembak Ikan-ikan yang meresahkan masyarakat ini acap kali digelandang pihak Kepolisian.

Informasi yang diperoleh, ada sebuah lokasi tempat permainan judi Tembak Ikan-Ikan masih tetap beroperasi. Diketahui, oknum penggelola tetap membandel dan membuka diam diam seolah luput dari pantauan pihak aparat Kepolisian Resort Dumai, Selasa (16/2/2021).

"Kadang buka dan kadang juga tutup. Kayaknya main kucing-kucingan dengan pihak aparat," kata Tumirin warga setempat.

Tambah Tumirin lagi,"saat aparat sedang operasi penertiban pihak pengelola akan menutup usahanya, namun, begitu aparat beranjak mereka buka lagi,"ujarnya lirih.

Lokasi ini tampak terang benderang, sebab berada di Jalan Lintas Soekarno Hatta, Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, tepatnya di depan pintu masuk Lokalisasi. 

Bangunan semi permanen yang dijadikan ajang adu nasib para pecandu judi mesin ini selalu tampak penuh sesak. Kendaraan berjejer dan beberapa penjaga dengan wajah garang stanby didepan pintu masuk untuk memonitor setiap orang yang datang.

Pegiat Anti Korupsi di Kota Dumai, Ahadin SP. meminta kepada aparat Kepolisian Resort Dumai untuk tidak tebang pilih dalam setiap penindakan pelanggaran hukum.

Ia kawatir Gelper ini akan terus menjamur sehingga akan membuat warga malas untuk bekerja, apalagi katanya, anak-anak sangat rentan terpengaruh dengan permainan semacam ini.

"Jangan hanya penjaga dan pemain saja yang digelandang, mohon diusut siapa yang menjadi pembeking dan pemilik mesin judi tembak Ikan-Ikan,"  ungkapnya.

"Kasihan ibu-ibu dan generasi muda kita, jika hal ini dibiarkan terus-menerus, masyarakat disuguhi hal-hal yang tidak pasti," pungkasnya.**

 


Mufaidnuddin
Komentar Via Facebook :