Akibat Proyek Amburadul, Kemacetan Parah Terjadi Di Ruas Jalan Rajawali

Akibat Proyek Amburadul, Kemacetan Parah Terjadi Di Ruas Jalan Rajawali

Kondisi Macet Hingga Pukul 11.40 wib

Pekanbaru - kendaraan saling berebut mendahului kendaraan lain, Senin (9/11/2020) sekitar pukul 10.30 di Jalan Rajawali, Pekanbaru, Riau.

Pengendara saling mendahului, diduga akibat tidak ada satupun dari pihak pelaksana proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang turun untuk mengatur lalu lintas. Kondisi ini terjadi di hampir setiap ruas jalan.

Setidaknya kondisi macet parah ini terjadi sejak pukul 10.00 wib. Tumpukan alat kerja dan bahan material juga diduga turut memperparah kemacetan ini.

Amir, warga pemilik warung makan yang berada tepat didepan proyek mengeluhkan kondisi ini, menurutnya, harusnya untuk proyek sebesar ini pihak pelaksana sudah punya perencanaan matang.

"Kalau hujan lumpur dimana-mana, sebaliknya kalau musim kemarau debu berterbangan hingga ke warung saya,"keluhnya.

Masih menurut Amir, pihak pelaksana sepertinya cuek terhadap apa yang dialami warga.

 

kalau warga mengeluh terkait kondisi debu dan lumpur, pihak Hutama Karya selalu mengatakan ini proyek strategis nasional, jadi masyarakat harus dukung.

Warga lainnya mengatakan,"setahu kami dalam setiap pelaksanaan proyek ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi pemenang tender,"ujarnya. Misalnya, harus ada AMDALALIN (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan dan Lalu Lintas), kemudian ada konsultan pengawas" tandasnya.

"janganlah mentang-mentang proyek pemerintah jadi sesuka hati, warga kan butuh ketenangan juga dalam berusaha, apalagi ditengah wabah Covid-19 ini,"ujarnya.

Diakuinya, warga pasti dukung setiap program pembangunan, baik di Kota, Provinsi maupun nasional, namun hendaknya pihak pelaksana proyek harus profesional, apalagi BUMN, banyak orang pintar yang sangat paham dengan cara mengatur schedule pekerjaan.

"Seringkali mereka kerja hingga larut malam, lanjutnya, kami pun paham mungkin kejar target pencairan, tapi pikirkan juga ketenangan warga,"pungkasnya.

untuk diketahui, proyek ini sudah dimulai sejak tahun 2019 dan diharapkan selasai Desember 2020, namun dari pantauan di lapangan dan melihat kondisi pekerjaan belum ada kejelasan kapan akan tuntas.

Pantauan media, hingga pukul 11.40 wib kendaraan masih tetap bertahan, belum terlihat seorangpun dari pihak Hutama Karya sebagai penanggungjawab proyek yang datang ke lokasi.

Pihak DPRD Pekanbaru sendiri sepertinya kurang bergigi dalam kapasitas sebagai pengawas proyek pemerintah.

Saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, pihak BUMN ini bungkam.**


Batara Harahap
Komentar Via Facebook :