Persaingan Tak Sehat di Industri Galangan Kapal

Persaingan Tak Sehat di Industri Galangan Kapal

Pekanbaru -  Industri galangan kapal di Batam , Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai tampak telah terjadi persaiangan tak sehat. kalangan pelaku pengusaha lokal juga mengeluhkan  bahan baku dari Jakarta jauh lebih mahal.

Kesulitan tetap ada dikalangan pelaku usaha, kami memerlukan support, kata Suwarjono Endhi, salah satu pelaku usaha Industri galangan kapal yang berkecimpung di wilayah Batam di hotel Primer Pekanbaru dalam bincang-bincangnya yang pernah mengundang penulis meninjau usahanya.

Ketika ditanya kesulitan yang dialami pelaku usaha, dia mencontohkan, bahan baku galangan kapal buatan lokal (Jakarta) masih terkesan mahal dibanding Singapura. Apakah kondisi ini menguntungkan salah satu galangan kapal atau menguntungkan semuanya, saya belum tahu, ujarnya.

Sebagian besar pelaku usaha sangat kompak. Mereka mengaku berada dalam kondisi baik-baik saja. Diakuinya, para pengusaha juga terkesan tertutup. Sebab, ada semacam anggapan, berurusan dengan penegak hukum hanya akan membuat usaha semakin sulit. Sebagian pelaku usaha galangan kapal di Batam ada asosiasinya jadi mereka seringnya menyelesaikan sendiri permasalahan yang terjadi di antara mereka, tuturnya.

Ditanya, soal informasi adanya perkara dugaan kartel tarif pengangkutan peti kemas dari Batam ke Singapura. terkait struktur biaya dari para pelaku usaha pengangkut peti kemas yang perhitungan tarif standar pengangkutan masih simpang siur, Suwarjono menganggap persoalan perhitungan tarif standar pengangkutan peti kemas itu perlu diselelsaikan secepatnya.

"Nantinya pihak Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dapat membandingkan tarif pengusaha dan tarif yang seharusnya. Apakah biaya itu sesuai dengan yang ada atau mengada-ada, harapnya.

KPPU perlu memanggil para pelaku usaha forwarder, agen pelayaran yang berbisnis di Batam, serta pengusaha pengguna jasa pengangkutan peti kemas baik itu yang pernah komplain dan pernah menggunakan jasa pengangkutan tersebut, sebutnya. (s/***) 





 

Komentar Via Facebook :