Warga Minta OJK Tindak Perusahaan Pembiayaan Nakal

Sadis, Home Credit di Pekanbaru Permalukan Nasabah Ditengah Corona

Sadis, Home Credit di Pekanbaru Permalukan Nasabah Ditengah Corona

Pekanbaru - Bisa dibayangkan ditengah himpitan ekonomi karena wabag Covid-19 dan dibarengi bulan puasa penagihan tunggan kridit yang menunggak mau satu bulan pihak Home Credit tega menghubungi pelanggan jam 7 pagi dan tengah malam, dimana malamnya pelanggan mereka baru tidur jam 5.30 pagi karena habis sahur mau puasa dan usai salat subuh.

Dilansir dari kabarriau.com Tim penagihan yang mengaku dari perusahaan Home Credit di Pekanbaru, Riau, ditengah pandemi corona mulai "nakal", bahkan menurut pelanggan mereka terkesan lebih sadis dari "rentenir".

"Spontan kami kaget terbangun karena penagih ditelphon marah-marah, sementara karena corona tunggakan kami baru terlambat bayar satu bulan," kata pelanggam Home Credit Pekanbaru, DS, Kamis, (21/5/20).  

Dikatakan DS tidak puas karena dijawab bersabar, pihak Home Credit menghubungi semua nomor telphon keluarga dengan nada teror dan merendahkan para pelanggannya pada keluarga karena terlambat satu bulan saja.

"Tak terbayang oleh saya kalau saya tak bayar jelang masuk dua bulan, kita minta OJK melakukan pengawasan pada pihak perusahaan pemibiayaan ini," katanya.

Bukan itu saja kata DS, sesuai perjanjian pihak Home Credit berhak menyita barang kalau pelanggan terlambat, namun anehnya ketika kita mau antar barang ketempat Home Credit, dia malah tidak mau.

"Pak kalau memang telambat satu bulan pihak bapak (Home Credit.red) tidak terima, kami akan antar barangnya," jelas DS menyampaikan pada colektor Home Credit. Namun apa jawabnya "bayar sajalah kamu kan punya hutang," jawab colektor diujung telphon.

Sementara ada kalangan mengatakan Home Credit adalah berkategori sebagai perusahaan pembiayaan yang tercatat dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tapi anehnya kok tak tersentuh.

"Kita minta OJK bukan menegur lagi, kapan perlu peringatan keras sesuai UU, karena perlu dipahami sesuai himbauan presiden pembayaran kridit tidak bisa dipaksakan karena situasi dampak corona," kata tokoh masyarakat Pekanbaru, M Jamil.

Dikatakan Jamil, kalau menunggak sewajarnya Home Credit melakukan penarikan barang, bukan melakukan teor dan mempermalukan nasabah.

"Kalau begitu apa bedanya Home Credit dengan aplikasi pinjam uang "rentenir" yang tidak ada izin dari OJK itu, kalau kelakuannya melebihi "rentenir" berbasis aplikasi tersebut," pungkasnya. 

Menurut salah satu colektor Home Credit pada nasabah ditelphon, dia mengaku kalau penagihan dengan ala "teror" telphon pada nasabah sesuai sistim komputer Home Credit.

"Maaf ibu, kita menagih ini acak sesuai sitim di komputer kami, jadi mohon maaf kalau tidur ibu terganggu. Tapi kalau kamu bayar pasti kami tidak telphon lagi," kata colektor Home Credit pada nasabahnya saat penagihan.

Redaksi mencoba konfirmasi pihak Home Credit melalui nomor 021-2953 9600, namun telphon ini tidak beroperasi carena alasan corona, sementara dicoba chat dilaman facekook mereka menjawab: 

Selanjutnya >>> Berita KabarRiau


Komentar Via Facebook :