Diduga di kerjakan Asal Jadi ..

Bangunan Penyangga Abrasi Makam Umum Orang Tua Gubri di Jumrah, Terpaksa Dihentikan Warga

Bangunan Penyangga Abrasi Makam Umum Orang Tua Gubri di Jumrah, Terpaksa Dihentikan Warga

Foto proyek bangunan Bronjong yang ditinggalkan kontraktor dan foto Makam orang tua Gubri

Rokan Hilir - Proyek Pekerjaan pembangunan Bronjong atau penyangga abrasi di tepi sungai Rokan tepatnya di di Jalan Haji Salam RT 02/RW 02  Dusun Makmur Jaya,  Kepenghuluan Jumrah  Kecamatan Rimbo Melintang Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Riau,  diduga dikerjakan  asal jadi, sehingga pekerjaan itu terpaksa dihentikan oleh warga bersama ketua Badan Permusyawaratan Kepenghuluan (BP-Kep) Jumrah.

Kuat dugaan pekerjaan proyek ini diduga menggunakan keuangan negara , namun anehnya warga tidak pernah melihat plang anggaran  proyek disekitar lokasi pembangunan , sehingga warga Jumrah melihat ada kejanggalan dan kecurigaan dalam pekerjaan tersebut. 

Kecurigaan warga ini semakin jelas karena bahan material bangunan yang digunakan seperti batu padas yang disusun dan diikat  kawat besi  ini rawan mudah terkikis oleh air , karena batu padas itu masih dalam kondisi muda 

Selain itu untuk kayu cerocok yang ditanam berasal dari  kayu pohon Akasia yang diduga akan mudah busuk jika bahan kayu akasia itu dimasukkan dalam tanah.

 " Kami bersama warga terpaksa   meminta para  pekerja menghentikan pekerjaan pembangunan Bronjong tersebut ,karena kami melihat pekerjaan itu asal jadi, dan tidak jelas anggaran dana pembangunan itu asalnya darimana ," kata Luki Hermin selaku ketua BPKep Jumrah didampingi wakil ketua Henri Lubis  Rabu ,(26/2/2020).

 " Contohnya batu padas yang dijadikan bahan penyanggah kita lihat batunya masih muda yang rawan mudah terkikis oleh air." Ujarnya.

Pantauan di lokasi , Bronjong penahan abrasi yang hanya dikerjakan sepanjang 20 meter, yang rencananya akan dibangun sepanjang 42 meter untuk menyanggah longsor lokasi makam umum yang hanya tinggal berjarak 5 meter dari tepi  sungai,   Saat ini sudah tiga hari proyek bangunan itu sudah ditinggalkan begitu saja oleh pihak pelaksana proyek yang berasal dari kota Pekan Baru.

 " Ironisnya menurut warga dilokasi makam umum itu diketahui ada makam orang tua dari Gubernur Riau H.Syamsuar yang hampir terkena abrasi oleh air sungai Rokan .

Isu yang beredar ditengah warga Jumrah , proyek bangunan Bronjong  ini berasal dari anggaran PUPR Pusat dengan sistim Penunjukan Langsung ( PL),

Namun kepastian anggaran dana pembangunan ini tidak diketahui dengan jelas asalnya darimana karena tidak  ada plang proyek layaknya seperti proyek proyek lain yang menggunakan anggaran dari  uang rakyat.

" Kami bersama warga terpaksa menghentikan proyek itu karena   
 " Waktu kita tanya  dengan salah satu  pekerja bernama Joni saat itu mengatakan bahan batu padas itu memang masih  rawan terkikis , namun batu itu tetap juga digunakan sebagai penyanggah " Ujar Luki Hermin kepada awak media. 

Yang anehnya lagi saat itu Joni warga Pekan Baru selaku penanggung jawab kerja saat dilapangan mengatakan kepada Luki Hermin selaku BPKep bahwa pekerjaan proyek itu atas perintah Gubernur Riau. Masalah terkait semua bahan material batu yang digunakan itu berasal dari penghulu Jumrah ." Ujar Luki Hermin sambil menunjukkan rekamannya saat berbicara dengan Joni saat dilokasi proyek saat itu.

Terkait hal ini , Sukardi Penghulu Jumrah saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya belum bisa memberikan keterangan terkait hal itu ,karena dirinya masih sedang sibuk.

Luki Hermin selaku ketua  BPKep Jumrah saat itu mengatakan , 
"  kita bersyukur ada dapat  anggaran dari pusat  untuk pembangunan di daerah kita,  namun sebaiknya hasil dari  pekerjaaan itu betul betul bisa dimanfaatkan oleh warga nantinya .karena dana anggaran itu menggunakan keuangan negara  ." Terangnya .

Dirinya berharap kepada pemerintah daerah maupun provinsi atau pusat yang menggelontorkan dana untuk bangunan ini agar bisa melihat langsung proyek Bronjong penyanggah banjir dan abrasi ini.

Karena bangunan penyanggah abrasi ini sangat dibutuhkan warga yang tinggal di tepian sungai Rokan , kami berharap proyek ini dapat berlanjut sampai selesai sesuai dengan bestex. 

Sekali lagi kami berharap, karena bangunan ini sangat besar manfaatnya bagi warga yang ditinggal di pinggiran sungai yang rawan dengan abrasi/ longsor hingga mengancam rumah warga semakin lama akan ambruk  ke Sungai akibat terkikis air banjir  " pungkasnya .(Asng).


Anggi Sinaga
Komentar Via Facebook :