Kasus Perampasan Hp Wartawan Melebar

Penelpon Ancam Wartawan Kritis di Padangpariaman "Disingkirkan?",

Penelpon Ancam Wartawan Kritis di Padangpariaman "Disingkirkan?",

Padangpariaman - Tepat jam 22.00 Wib Senin (20/1/20) redaksi ditelpon orang yang tidak memperkenalkan dirinya, dalam telpon dia minta masalah dugaan pemukulan dan perampasan alat rekam wartawan okeline.com Padangpariaman agar didamaikan dengan pelaku yang kabarnya orang dekat wakil Bupati Suhatri Bur.

Dalam telpon malam itu dia bercerita panjang tentang keadaan Padangpariaman dan sejumlah masalah yang menimpa wartawan kritis sebelumnya, apalagi wartawan yang menyorot pemerintah maka akan "disingkirkan?".

"Kalau di Pariaman pak Pimred, wartawan mengritik miring pemerintah maka akan disingkirkan?. Kalau bisa cepat kita damaikan wartawan kawan saya itu dengan Pemerintah. Tolong segera cabut pengaduan Polisinya itu," jelas penelpon tanpa menyebut apa maskut disingkirkan itu.

Tentunya hal ini merupakan suatu peringatan pada wartawan atau media khsusunya yang betugas di Padangpariaman, apalagi sebelumnya Arman Bahtiar pernah dipukul karena menyoroti salah alamt pembagian dana BAZNAS dan menyoroti masalah Gizi buruk di Padangpariaman. Saat ini kasusnya ditangan Polisi.

Karena penasaran redaksi mencoba menggali lebih dalam maskut menyingkitkan tersebut pada penelpon, dalam jawabannya dia hanya mencontohkkan sebelumnya wartawan yang kritis ada yang ditabrak dan ada yang tewas tidak tahu penyebabnya.

"Mungkin bapak tidak dengar sebelumnya banyak wartawan hebat di Padangpariaman, ditabrak mobil dan ada yang tewas tanpa sebab," lanjut cerita penelpon malam itu. Apakah penyataan beliau ini benar atau tidak kita dengar saja apa yang akan terjadi dengan Arman atau wartawan lain di Padangpariaman.

Sempat redaksi dapat peringatan keras dari penelpon yang mengatakan wartawan yang kritis itu di Padangpariaman hanya tinggal satu yaitu Arman, "Arman itu tidak dikawani wartawan pak Pimred, karena wartawan yang dapat dana dari Pemkab disini banyak yang memusuhi beliau karena kritis itu," tukasnya.

Atas kasus dugaan pemukulan dan perampasan alat rekam wartawan, Tiga Lawyer Arman Bahtiar dan pengacara Perusahaan medianya, pada Senin (20/1/20) telah mendatangi Polres Padangpariaman, untuk menyakan kelanjutan kasus ini.

Berdasarkan pengakuan warga yang melihat dilokasi penganiayaan saat itu, wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur merampas alat rekam wartawan dan mencoba menghapus hasil wancara dana BASNAZ di Hp Arman kala itu.

Melihat keributan itu tiba-tiba setelah itu ada oknum yang diduga orang dekat Wabup melakukan penyerangan pada wartawan Arman, karena beruntung kejadian ini cepat dilerai.

Setelah kejadian itu Arman Bahtiar langsung melporkan kekerasan itu pada Polisi dan setelah dimintai keterangan beliau langsung divisum kerumah sakit.

Dihubungi Lawyer Yuherwan Lebonk SH, minta pada yang terkait kasus ini maupun yang tidak terkait agar jangan melakukan ancaman maupun intimidasi karena hal ini akan memperkeruh keadaan.

"Kita minta pada aparat terkait pemberitaan jangan melakukan hal yang melanggar hukum, kerena ini bisa memperkeruh suasana dari orang yang ingin memanfaatkan kasus ini, sebagai warga negara yang baik sebaiknya jalani saja proses hukum," katanya.

Diatakannya Insyaallah dalam mendampingi group okeline.com sebanyak 20 orang pengacara telah menyatakan kesiapannya, agar kriminalisasi Pers tidak terjadi lagi. Dikatakannya kejadian serupa bukan tidak mungkin terjadi pada wartawan lain yang bertugas di daerah ini maupun daerah lain.

"Kita serius usut kasus ini agar wartawan bertugas merasa dilindungi UU, kita tunggu saja proses hukumnya," Pungkasnya.** Red


Krisman H
Komentar Via Facebook :