Seorang Anggota Polisi Beberkan Kronologis BOM di Mapolrestabes Medan

Seorang Anggota Polisi Beberkan Kronologis BOM di Mapolrestabes Medan

bom_bunuh_diri

Medan - Polisi membeberkan kronologi ledakan bom di  Mapolrestabes Medan , Sumatera Utara. Peristiwa ledakan terjadi pukul 08.45 WIB dan menewaskan satu orang yang melakukan pelanggaran. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan menceritakan tentang bencana yang terjadi di Mapolres Medan beberapa menit sebelum ledakan terjadi. Pelaku sudah berkeliaran di luar Mapolrestabes Medan sekitar pukul 08.20 WIB. Saat itu, menurut Tatan, tiba-tiba mengeluarkan menggunakan sebo atau menutup wajah dan jaket.

Seorang anggota polisi berhasil menegur karena gerakan-gerik yang dicurigai. Penyebab, selain menutup sementara dengan sebo dan mengenakan jaket, ganti juga membawa tas ransel. Pelaku juga terlihat berdiri di depan Mapolrestabes Medan.

"Oleh anggota, tolong membuka jaket, tas. Saat membuka tasnya hanya berisi buku. Kemudian sebonya dibuka dan diambil terjatuh dan kemudian diambil lagi. Digeledah tidak ada benda yang diambilakan," ujar Tatan, dikutip dari siaran CNNIndonesia TV.

Kepada Kepolisian, SKTK meminta izin untuk membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian. Setelah itu, anggota tersebut harus diganti karena menerima persiapan piket.

Tak berselang lama, petugas membuka gerbang karena warga yang mengantre pembuatan SKCK sudah banyak. Pelaku pun masuk bersama warga lainnya.

Saat menyerang menuju gedung pembuatan SKCK, petugas yang pertama menegur kembali menegur dan meminta agar jaketnya dibuka. Pelaku tak bisa menggubris untuk membuka jaket dan berbaur dengan masyarakat.

"Sempat berbaur dengan masyarakat yang ingin membuat SKCK," imbuh Tatan.

Tak berselang lama, disetujui kemudian selesai berjalan ke arah Kontribusi anggota polisi yang baru saja selesai mengerjakan apel. Saat terjadi bom meledak di halaman parkir.

Pelaku tewas di tempat. Sementara enam anggota polisi memperbaiki luka akibat ledakan tersebut.

"Ada yang kena di tangan, di pipi. Sekarang dikenali di RS Brimob," ujar Tatan.

Tatan mengatakan serpihan bom mencapai sekitar 10 meter. Dia tidak mau mengumumkan jenis bom dengan bahan peledak rendah atau bukan. Sejauh ini tim masih melakukan diskusi di tempat kejadian perkara.


 

Harlis Sang Putra
Komentar Via Facebook :