JPU Hadirkan 5 Orang Saksi dalam Perkara Pidana Perdagangan Sirip Ikan Hiu di Rohil

JPU Hadirkan 5 Orang Saksi dalam Perkara Pidana Perdagangan Sirip Ikan Hiu di Rohil

Foto kolose, JPU,, terdakwa dan para saksi saat melihat foto barang bukti dihadapan majelis hakim dalam sidang perkara usaha penjualan Sirip ikan Hiu illegal

Ujung Tanjung - Lima orang saksi penangkap memberikan keterangan  dalam sidang perkara terdakwa Bun Sua warga Panipahan Pasir Limau Kapas Rohil,  yang didakwa melakukan tindak pidana Usaha tanpa izin menampung dan memasarkan barang berupa Sirip Ikan Hiu kering yang dilarang oleh Undang Undang. 

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Perbuatan terdakwa Bun Sua  diancam Pidana dalam Pasal 92 Undang-undang Republik IndonesiaNomor 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor  31 Tahun 2004 Tentang Perikanan JoPasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal  56 Ayat (2) KUHPidana dengan ancaman pidana 6 tahun Penjara. 

Sidang yang di ketuai oleh Majelis Hakim Bayu Soho Raharjo SH MH bersama anggotanya Lukman Nulhakim SH MH dan Rina Yose SH meminta kelima saksi untuk menjelaskan kejadian pengungkapan kasus tersebut dalam sidang yang digelar Rabu, 23/10/19   di Pengadilan Negeri Rohil (PN Rohil) 

Dalam sidang saksi Rudi Faizal selaku petugas Polsus/ Pengawas SDA Kelautan dan Perikanan yang bertugas di wilayah perairan Panipahan Rohil mengatakan , " awalnya sekira pada (27/11/ 2018)  sekira Pukul 08.00 WIB, saya mendapat informasi dari warga bahwa ada pengiriman Sirip Ikan Hiu kering dari Medan menggunakan jasa pengangkuatan UD.Jasa Laut menuju Panipahan yang rencananya barang itu akan dikirim ke Malaysia, " Ujar Rudi Faizal dalam sidang. 

Setelah mengetahui barang kiriman itu dimasukkan ke dalam Gudang milik terdakwa, saya mengajak teman teman (para saksi lain) untuk memeriksa gudang tersebut yang Mulia. " lanjut Rudi Faizal menerangkan kepada hakim yang dibenarkan oleh 4 orang saksi lainnya. 

 " Setelah kami lakukan pemeriksaan dalam gudang yang berada di jalan Karya Panipahan, kami menemu kan barang bukti 3 fiber  (cold box) berisi 3 kotak kardus yang kami duga sirip ikan hiu kering jumlah total isi dari ketiga fiber tersebut adalah 9  kotak kardus total beratnya 90,4 kilogram. " kata Rudi Faizal dalam sidang. 

Apakah saksi sempat menanyakan kepada terdakwa ada miliki izin Usaha? , " saat itu terdakwa tidak ada menunjukkan izin usaha yang Mulia,  " jawab saksi Rudi Faizal. 

Atas keterangan saksi tersebut, terdakwa Bun Sua tanpa didampingi Penasehat  hukum, membantah keterangan saksi tersebut,  Terdakwa Bun Sua mengatakan izin usahanya ada tapi sudah mati,  " akhirnya hakim Bayu Soho Raharjo SH MH mengatakan kepada terdakwa,  " Ya itu sama saja tidak berguna, " ujarnya kepada terdakwa. 

Setelah mendengar keterangan para saksi dalam sidang , Tim JPU Kejari Rohil Maruli Tua Sitanggang SH, meminta kepada majelis hakiam, akan mengajukan dua orang saksi ahli dalam sidang berikutnya  
 
" Kami mohon kepada majelis hakim dalam sidang berikutnya, kami  akan menghadirkan dua orang saksi Ahli yaitu Windi Syahrian S.Pi selaku Ahli pada BPSPL Padang Satker Pekanbaru dan Ir. Yanti Agustina M. Si selaku Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau, " Ujarnya. 

Akhirnya Ketua majelis hakim Bayu Soho Raharjo SH MH menutup sidang dan mengatakan sidang akan dilanjutkan pada hari Senin (27/10/19) dalam agenda sidang pendapat ahli. " ujarnya sambil mengetuk palunya. (asng) 

 

 


Anggi Sinaga
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT