Jikalahari Bersama Mahasiswa Pecinta Alam Suluh Bagikan Masker

Jikalahari Bersama Mahasiswa Pecinta Alam Suluh Bagikan Masker

Whatshap

Lingkungan - Jikalahari bersama Mahasiswa Pecinta Alam Suluh, Brimapala Sungkai, Mapala Humendala dan KPA EMC memberikan masker N-95 kepada murid SD Negeri 111 Kota Pekanbaru. Kordinator penyerahan masker, Ali dari Mapala Suluh mengatakan “Penyerahan masker ini karena asap semakin tebal dan anak Sekolah Dasar merupakan kelompok rentan yang terdampak kabut asap." 
 
Saat penyerahan, masker langsung diterima oleh Ibu Rosnaini, Wakil Kesiswaan SD N 111 Kota Pekanbaru. “Masker ini sangat berguna, apalagi saat pagi hari saat anak anak pergi sekolah kabut asap sangat tebal sekali,” Rosnaini, Wakil Kesiswaan SD N 111 Kota Pekanbaru. 
 
Rosnaini menambahkan, “akibat kabut asap, aktivitas di Sekolah menjadi terganggu hari ini saja siswa/i di Sekolah tidak melaksanakan upacara bendera senin pagi seperti biasanya." 
 
Masker ini berasal dari sumbangan warga yang prihatin atas polusi asap yang menimpa masyarakat Riau.  
 
Setelah pemberian masker, Jikalahari memantau kabut asap dengan menggunakan drone, dari pantauan drone sangat jelas kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan semakin tebal di Kota Pekanbaru.  
 
Hasil pantauan hotspot melalui satelit Terra-Aqua Modis sejak 19 – 25 Agustus 2019 terdapat 804 Hotspot sedangkan confidance diatas 70 persen ada 402 titik. “Dari grafik terlihat jelas hotspot terus meningkat, puncaknya pada 23 Agustus 2019 hotspot mencapai 300 titik,” kata Aldo, Staf Advokasi dan Kampanye Jikalahari 
 
Selain hotspot, Jikalahari juga memantau Indek Standar Pencemaran Udara di Kota Pekanbaru. Hasilnya sejak 19 – 25 Agustus 2019 pantauan Jikalahari di stasiun KLHK-PKU Tenayan Raya ISPU PM 03 dengan nilai 222 yang artinya Sangat Tidak sehat.  “Pada penderita ISPA, Peneumonia dan jantung maka gejalahnya akan meningkat,” kata Aldo 
 
Jikalahari meminta kepada Gubernur Riau segera mendirikan rumah-rumah oksigen untuk masyarakat terdampak kabut asap di Riau, memberikan masker dan mengratiskan seluruh biaya pengobatan masyarakat Riau yang terdampak kabut asap. 
 


Arya S
Komentar Via Facebook :