Pasca Pemilu, Alumni Santri Rohil Ini Angkat Bicara

Pasca Pemilu, Alumni Santri Rohil Ini Angkat Bicara

Bustami MS Ketua Dewan Penasehat Pemuda Ansor Rohil

Bagan Siapiapi Rohil  - Bustami MS, alumni santri yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Rokan Hilir mempublikasikan catatan di akun facebook pribadinya tanggal 14 Mei 2019 pukul 00.16 WIB.

Dalam postingannya menyebutkan bahwa catatannya ini ditulis pada tanggal 1 Desember 2016 dengan judul "Selamat Datang Di Panggung Politik Nyata (Menyambut Pertarungan Pemilu 2019)".

Terkait catatan mantan Ketua GP Ansor Rokan Hilir tersebut dengan penambahan/pengurangan kalimat/kata tanpa mengurangi esensi yang sebenarnya versi awak media.

Catatan ini dimaksudkannya sebagai kado buat sahabat Cutra Andika yang terpilih sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Rokan Hilir pada tanggal 8 Oktober 2016.

Menurutnya catatan ini masih relevan untuk didiskusikan ulang, pasca pemilu 2019 yang telah selesai (walau belum diputuskan KPUD), paling tidak kita bisa diterka (ditebak/diprediksi) hasil pemilu untuk DPRD Kabupaten Rokan Hilir masa bakti 2019-2024 pasca rekapitulasi di kantor KPU Rokan Hilir.

Menurutnya dengan hasil pemilu tersebut, catatan ini menjadi hidup kembali, dimana kekuatan Partai Hanura yang menjadi salah satu alternatif pilihan ternyata menjadi kenyataan dengan berhasilnya partai besukan Jenderal TNI (Purn) Dr. Wiranto SH MH yang untuk Kabupaten Rokan Hilir dipimpin oleh Sahabat Cutra Andika masuk menjadi partai yang menempatkan kadernya di kursi Pimpinan DPRD Rokan Hilir, tentu ini sebuah prestasi.

Yang di luar dugaan adalah Partai Gerindra, prediksi saya tetap bertahan 5 kursi dan bahkan bisa menambah kursi legislatif dengan indikator memiliki tokoh sentral yakni Prabowo Subianto malah berkurang jauh dari pemilu 2004, tentu perlu menjadi kajian bagi bung Jufrizal S Sos Ketua Gerindra dan Abdul Kosim SE yang kehilangan kursi pimpinan DPRD, ditengah posisi Gerindra secara nasional memperolah peningkatan, bisa jadi PKS yang tidak menjadi hitungan saat itu lebih mendapat panggung ketimbang Gerindra sehingga mampu menghadirkan 4 kursi DPRD dari sebelumnya hanya 1 kursi.

PKB sebagai partai yang berbasis dari kalangan Nahdliyin juga kehilangan kursi pimpinan dari sebelumnya 5 kursi menjadi 3 kursi, walau untuk kursi DPRD propinsi masih bertahan yang akan diisi oleh Abu Khoiri. Inilah politik, datang dan pergi, namun politik tidak lepas dari peranan seluruh ornamen yang ada. 

Untuk itu saya hanya bisa mengucapkan selamat bagi yang terpilih, tentu anda butuh bertahan, maka rawatlah kemenangan itu sebagai bentuk cost politik untuk pemilu serentak tahun 2024 nantinya, dan mungkin pertarungan berikutnya pada Pilkada Rokan Hilir yang telah didepan mata...! (a. sng) 

Anggi Sinaga
Komentar Via Facebook :