Stres Ditinggal Istri, Pria Paruh Baya Nekat Gantung Diri

Harry Spider H
Share :
stres-ditinggal-istri-pria-paruh-baya-nekat-gantung-diri

Okeline Pekanbaru - Diduga tres lantaran ditinggal istri, seorang laki-laki paruh baya di rumah petak 12 Jalan Kereta Api Gang Tiung depan Masjid Al Arab Kel. Tangkerang Tengah Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru, nekat mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri dapur rumahnya, Senin 5 November 2018 siang sekira pukul.11.35 WIB.

Korban diketahui bernama Risman (44) tahun, asal Sumatera Barat (Sumbar) yang sehari-harinya pengojek lepas dan tinggal di sebuah rumah petak 12 di Jalan Kereta Api Gg. Tiung Depan Masjid Al Arab Kel. Tangkerang Tengah Kec. Marpoyan Damai Pekanbaru.

Informasi yang dirangkum dari Polresta Pekanbaru, korban pertama kali ditemukan oleh Ari (35) tahun, saksi dan sekaligus sahabat korban yang tinggal serumah dengan korban. Dimana saat kejadian tersebut, rekannya itu pergi berjualan di Pasar Dupa Pekanbaru.

Akan tetapi saat pulang kerumah selepas jualan dari Pasar Dupa, Ari merasa curiga yang melihat pintu rumah yang tertutup dan terkunci rapat dari dalam rumahya.

Saat digedor, korban bukannya menyahut dan tidak membuka pintu. Merasa ada yang janggal, korban mencoba melihat ke dalam rumah dengan cara mengintip melalui jendela depan rumah dan melihat ada sepeda motor yang menghalangi pintu depan rumah.

Kemudian Ari menuju ke pintu pada bagian belakang rumah, namun pintu tersebut juga dalam keadaan terkunci. Tak habis akal, temannya itu pun berinisiatif mengintip dari sela-sela atas pintu belakang dan melihat ada tali yang terjulur kebawah.

Selang beberapa menit kemudian, Ari pun memanggil tetangga lainnya bernama Supardi (34) tahun, untuk mengecek tali yang terlihat olehnya dan Supardi mengambil kayu dan berusaha menggapai tali tersebut dengan menggunakan kayu.

Ketika Supardi mengaitkan kayu tersebut, ia merasakan ada beban berat yang menggantung pada tali yang dikaitkan. Merasa curiga, lantas Ari dan Supardi memanggil kaka korban bernama Musdawati (46) tahun dan langsung secara bersama-sama membuka pintu depan rumah.

Saat ketiganya berhasil membuka rumah tersebut, ditemukan korban dalam keadaan posisi tergantung dengan menggunakan tali sepatu yang terikat di kayu plafon dapur dalam keadaan tidak bernyawa.

Pada saat Risma ditemukan, korban menggunakan pakaian baju kaos lengan panjang warna biru dongker dan celana panjang berbahan kain warna abu-abu gelap dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Bukit Raya Pekanbaru.

Tepat sekira pukul 13.30 WIB, personil Polsek Bukit Raya Resta Pekanbaru tiba di lokasi, guna melakukan identifikasi dan olah TKP. Saat dilakukan identifikasi di TKP, petugas tidak ada menemukan tanda-tanda kekerasan lainnya di jasad korban.

Sementara dari pihak keluarga korban, merasa keberatan untuk dibawa kerumah sakit terdekat guna dilakukan visum terhadap korban, lantaran mayat korban akan dibawa ke daerah Sumatera Barat untuk di kebumikan.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH melalui Kapolsek Bukit Raya Kompol Pribadi, SH saat dikonfirmasikan Selasa, 6 November 2018 malam, membenarkan adanya penemuan mayat sesosok laki-laki paruhbaya yang gantung diri di sebuah rumah petak 12 Jalan Kereta Api Gang Tiung depan Masjid Al Arab Kel. Tangkerang Tengah Kec. Marpoyan Damai Pekanbaru, Senin 5 November 2018 siang sekira pukul.11.35 WIB.

"Ya benar, korbannya adalah seorang laki-laki paruh baya yang nekat gantung diri. Korban nekat kantung diri diduga lantaran stres ditinggal istri atau alias pisah ranjang," terang Kompol Pribadi, SH. (ndanres)          

 

Editor      : Kardoffa

Share :

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait