Tim SAR Bakamla Temukan Bagian Pesawat Lion Air JT-610 dan Identitas Anggota DPRD Provinsi Babel

Harry Spider H
Share :
tim-sar-bakamla-temukan-bagian-pesawat-lion-air-jt610-dan-identitas-anggota-dprd-provinsi-babel

Okeline Karawang - Tim Satuan Tugas Search and Rescue (SAR) Bakamla temukan serpihan benda diduga bagian pesawat dan barang milik penumpang serta lima bagian tubuh yang diduga penumpang korban pesawat naas Lion Air JT 610.

Pencarian itu dipimpin Mayor Laut (T) Puadi Hasani ST, tim juga menemukan sebuah dompet beserta beberapa kartu identitas dan sejumlah uang rupiah, Real dan Ringgit, di perairan Tanjung Pakis, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018).

Dari dalam dompet tersebut, terdapat beberapa kartu debit serta SIM C atas nama H. Ahmad Mughni HS, S.E, MM, laki-laki usia 45 tahun, lahir 21 Maret 1973 di Palembang, beralamat Kec Koba, Kab. Bangka Tengah, Prov Kepulauan Bangka Belitung.

Selain itu juga terdapat kartu BPJS Kesehatan, Kartu Indonesia Sehat, Kartu Peserta Taspen, NPWP, Kartu anggota DPRD Prov Kepulauan Bangka Belintung, serta tiga buah kartu nama yang bersangkutan. Selanjutnya juga ditemukan beberapa lembar pecahan rupiah, Real dan Ringgit.

Dalam sebuah catatan list daftar nama penumpang, H. Ahmad Mughni HS, SE, MM terdaftar sebagai penumpang pesawat Lion Air JT 610 dengan nomor urut 099 seat 18 D.

Hasil temuan tersebut diserahkan langsung oleh Puadi Hasani kepada Kepala Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) Bandung Deden Ridwansyah di Posko Basarnas Tanjung Pakis, Karawang.

Selain menyerahkan hasil pencarian tersebut ke Posko Basarnas di darat, sebelumnya Tim Satgas SAR Bakamla RI juga menyerahkan hasil pencarian tersebut ke Kapal Markas milik Basarnas KN SAR Jakarta dan KN Basudewa yang sedang lego jangkar di perairan Tanjung Pakis.

Temuan ini diperoleh kemarin pagi, Selasa (31/10/2018), tim SAR Bakamla memulai pencarian sekitar pukul 06.00 Wib, dengan menggunakan dua perahu karet yang didukung delapan orang penyelam dan tim Unit Reaksi Cepat Laut (URCL) berangkat dari Posko di Tanjung Pakis menuju titik koordinat yang diduga lokasi jatuhnya pesawat.

Tim penyelam yang membawa perlengkapan selam lengkap membantu evakuasi korban yang diduga masih berada di dalam air, namun saat memasuki titik koordinat tersebut, tim Sar Bakamla RI menemukan serpihan-serpihan yang terapung di laut. Namun, lantaran banyaknya material yang ditemukan disekitar lokasi, Tim Satgas SAR memfokuskan evakuasi benda-benda yang diduga bagian pesawat dan serpihan lainnya.

Menurut SMC Hendra Sudirman lokasi persis jatuhnya pesawat, hingga saat ini masih dilakukan pendeteksian oleh tiga kapal dari BPPT, kapal Basarnas Bandung dan kapal Dunamos. Hal tersebut diungkapkan pada saat Mayor Puadi Hasani berkoordinasi dengan Dirjen Ops Basarnas Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryo AJI didampingi Hendra Sudirman selaku SAR Mission Coordinator (SMC), dan Kasi Ops Basarnas Made Oka, di Anjungan KN SAR Jakarta yang sedang lego jangkar di perairan Tanjung Pakis.

"Jika sudah menemukan lokasinya secara persis, ketiga kapal tersebut akan memetakan lokasi dan memberikan tanda-tanda medan untuk mempermudah tidakan lanjutan," ujar Hendra.

Hingga kini tim penyelam Bakamla terus berkoordinasi dan menjalin komunikasi intensif dengan jajaran Basarnas guna mendukung dan membantu pencarian korban di bawah air. Rencananya pencarian akan dilanjutkan pagi ini, Rabu (31/10/2018) di lokasi yang sama.***

Autentikasi : Kasubbag Humas bakamla RI Mayor Marinir Mardiono.


Editor        : Kardoffa

Share :

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait