Firdaus Ingatkan Edi Suherman Rehab Gedung Wako Kembalikan ke Bestek

Ajho
Share :
firdaus-ingatkan-edi-suherman-rehab-gedung-wako-kembalikan-ke-bestek

Okeline Pekanbaru - Saat ditemui disalah satu cara, walikota Pekanbaru, Firdaus MT, mengaku kaget dikonfirmasi terkait soal proyek rehap Kantor Walikota Pekanbaru yang diduga penuh masalah dan mengenai bahan yang dipergunakan PT. Angsana Cipta Pratama yang diduga melenceng dari bestek.

Dalam wancara ini dia berjanji akan langsung turun ke lokasi untuk memperingatkan bawahannya yang katanya setiap saat mengawasi proyek kebanggaan masyarakat Pekanbaru ini.

"Terima kasih atas laporan wartawan, nanti saya akan cek dan akan tegur Kabag Umum Edi Suhendri untuk menganti barang yang sudah terlanjur dipasang oleh PT. Angsana Cipta Pratama," Katanya, Selasa (09/10/18) lalu.

Dalam kesempatan itu wartawan belum diberikan kesempatan melaporkan dugaan kecurangan lain yang diduga dilakukan perusahaan Jakarta ini pada wali kota, ada sekira 4 dugaan kecurangan yang dilakukan oleh PT. Angsana Cipta Pratama, selanjutnya akan kami ungkap secara keseluruhan kalua proyek ini tidak dikembalikan kepada bestek yang ada.

Sperti diketahui sebelumnya dari lokasi kerja rehab kantor walikota itu, Plt Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Setdako Pekanbaru, Edi Suherman berkunjung setiap saat tapi apa yang dilakukannya sehingga diduga bahan satu jenis dua mereka dua mereka dia tidak melakukan apa-apa, padahal diduga barang tersebut ada selisih harga.

Bahkan dikomprimasi masalah rehap kantor walikota Pekanbaru menyalahi bestek sampai berita ke 6 okeline.com dia menjawab tidak menjawab, justri dia menjawab melalui media lain masalah pemberitaan kritik dan pengawasan media yang dinilainya "melenceng?".

Juga saat disambangi wartawan dan ditanya salah satunya pertanyaan yang membuat Edi ternganga adalah mereka Aluminium Composite Panel (ACP) Willstrong yang diganti ACP merek Jiyu, yang harganya beda dia menjawab dia bahkan terkesan mengalihkan pembicaraan dengan jawaban "Kontraktornya sudah pengalaman sejak zaman Sueharto".

Seperti diketahui harga dari dua produk itu berbeda selisih puluhan ribu rupiah perlembarnya bayangkan kalau ada ribuan lembar yang diganti sementara kualitas diduga tidak sesuai standarnya.

Sampai berita ke 6 ini dirilis Plt Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Setdako Pekanbaru, ini belum mau menjawab.**Tim

Share :

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait