Tidak Diperhatikan Pemerintah. Masyarakat VIII Koto Setangkai Ancam Golput Di Pilgubri

Rinaldi S
Share :
tidak-diperhatikan-pemerintah-masyarakat-viii-koto-setangkai-ancam-golput-di-pilgubri

Line Riau - Masyarakat VIII Koto Setangkai, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar Provinsi Riau yg berada di ruas jalan lintas alternatif Riau - Sumbar mendesak keseriusan Pemprov Riau untuk pengaspalan jalan.

Mereka mendesak agar pemprov Riau benar-benar memasukkan anggaran pembangunan jalan yang melintasi delapan Desa yakni Desa Sei Rambai, Sei Sarik, Sei Raja, Muaraselaya, Tanjung Harapan, Lubuk Agung dan Tanjung Mas di APBD 2019 sesuai janji Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman yang saat ini tengah cuti karena kembali mencalonkan Gubernur Riau di Pilkada Gubernur Riau 2018 ini.

Hal itu disampaikan salah seorang tokoh masyarakat VIII Koto Setangkai, Amirullah. Dikatakannya perjuangan jalan tersebut sudah berlangsung dari tahun 90-an.

"Setiap tahun. Kita mendatangi DPRD dan Gubernur bersama-sama masyarakat dari tujuh desa yakni Desa Sei Rambai, Sei Sarik, Sei Raja, Muaraselaya, Tanjung Harapan, Lubuk Agung dan Tanjung Mas. Namun selalu kandas di tengah-tengah perjuangan," ujar Amir.

Hal senada juga disampaikan oleh Pandu Wiranata, Tokoh masyarakat VIII Koto Setangkai lainnya, "Kami sudah berupaya menyampaikan kepada pemerintah, tapi tetap mentok. Bahkan sudah berulang-ulang kali kami berkemah di depan DPRD Riau. Tapi mrk tetap bungkam." ujar Pandu.

Selain itu Abdul Musnil Amin tokoh muda masyarakat VIII Koto Setangkai mengharapkan perjuangan yang sangat panjang ini di dengar dan diaplikasiman oleh pemerintah propinsi Riau.

"Kami ingin membuka hati pemerintah. Jalan ini urat nadi bagi masyarakat kami. Panjangnya 78 KM. Hingga hari ini hanya 20 KM yang sudah di aspal sejak jalan ini ada. Dari lipatkain menuju lubuk agung itu hanya 28 KM. 14 KM titik rawan setiap musim hujan datang. Apakah kalian tak mendengar jeritan dan penderitaan masyarakat." ujar Anil berapi-api.

Ketiga tokoh masyarakat VIII Koto Setangkai mengancam tidak akan menggunakan hak pilihnya di Pilkada Gubernur Riau alias Golput jika tuntutan yang mereka suarakan setiap tahun dan sudah berlangsung puluhan tahun tidak diwujudkan.

"Kami akan kampanyekan Golput. Ini vital, ini sangat penting, kok kami tak dianggap sebagai warga yg berhak dan layak mendapatkan perhatian yang sama untuk pembangunan ini." terang mereka bertiga usai pertemuan bersama Mahasiswa VIII Koto Kemarin. (Aya/red)

Share :

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait