Yidan Prize Summit 2022 Berperan Sebagai Pengembangan dan Pemberdayaan Tenaga Pengajar

Yidan Prize Summit 2022 Berperan Sebagai Pengembangan dan Pemberdayaan Tenaga Pengajar

Hong Kong - Lembaga filantropi global Yidan Prize Foundation yang menggelar penghargaan tertinggi di dunia pendidikan, menggelar Yidan Prize Summit 2022, kemarin.

Tenaga pendidik menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendorong masyarakat agar meningkatkan dukungannya bagi tenaga pendidik di Transforming Education Summit (TES) pada September lalu.Maka, Yidan Prize Summit tahun ini menghadirkan sosok terkemuka di dunia pendidikan, sektor kebijakan, dan filantropi untuk membahas makna menjadi seorang guru pada masa kini—dan masa depan.

Pendiri Yidan Prize, Dr. Charles CHEN Yidan, berkata, "Pendidikan merupakan sebuah ekosistem. Agar dapat berkembang, ekosistem ini harus menciptakan kondisi yang mengakui dan mendukung karya tenaga pendidik, serta memfasilitasi kesuksesan mereka,"

Dalam rangkaian diskusi panel kedua, Pemenang Yidan Prize for Education Research Laureate 2020 dan Pendiri PhET Interactive Simulations, Profesor Carl Wieman, bertukar pandangan dengan Dr. Kathy Perkins, Director, PhET Interactive Simulations, serta Zachariah Mbasu, Duta, Africa PhET. Mereka membahas peran inovasi, seperti simulasi matematika dan sains interaktif dari PhET, sebagai sarana yang sangat bermanfaat di ruang kelas.

Sarana ini mampu menembus sekat dan memberikan peran yang lebih aktif bagi peserta didik dalam proses belajar. Panelis tersebut juga mengulas program seperti PhET Fellowship ikut mempercepat penerapan praktik belajar-mengajar yang menarik dan berbasiskan riset dalam pendidikan STEM.

Lewat sederet diskusi, panelis mengulas cara-cara positif untuk mendukung pengembangan dan pemberdayaan edukator, pentingnya upaya untuk membangun koneksi antara kebijakan dan praktik pendidikan, inovasi dalam kegiatan belajar-mengajar STEM, serta kolaborasi yang dapat menggerakkan perubahan di ruang kelas.


Dr. Linda Darling-Hammond, Pemenang Yidan Prize for Education Research 2022, bersama pakar pendidikan mengulas tantangan dan peluang yang timbul di dunia pendidikan selama pandemi. Dia mengungkap, program pembekalan tenaga pendidik berhasil mempersiapkan mereka untuk menghadapi dunia yang tengah berubah.

Dia juga memaparkan sejumlah contoh dari sistem pendidikan di Tiongkok, Selandia Baru, Singapura, dan Amerika Serikat. Panelis turut mengangkat pentingnya upaya untuk membangun koneksi antara riset, praktik, dan kebijakan.

Dalam diskusi panel lainnya, Profesor Yongxin Zhu, Pemenang Yidan Prize for Education Development 2022, berbagi tentang contoh yang baik seputar motivasi tenaga pendidik dan praktik pengembangan profesional, serta memaparkan pengalaman selama lebih dari 20 tahun dalam penerapan Inisiatif Pendidikan Baru di Tiongkok.

Panelis juga membagikan strategi tentang membangun jaringan sejawat (peer network) yang baik, khususnya jaringan yang menghubungkan dan memberdayakan tenaga pendidik untuk saling belajar dari pengalaman masing-masing.

Mereka juga berdiskusi tentang peran pusat belajar daring (online learning hub) dalam mengubah dan memperluas skala kesempatan belajar daring bagi tenaga pendidik—seluruhnya terkait dengan konteks pandemi dan kondisi ke depan.

Acara ini juga mengeksplorasi perkembangan filantropi. Perwakilan dari The D. H. Chen Foundation dan Bei Shan Tang Foundation memaparkan peran penting dari kolaborasi dengan pemangku kepentingan di dunia pendidikan untuk mendukung pengembangan profesional tenaga pendidik.

Guru di beberapa sekolah di Hong Kong turut membagikan studi kasus tentang program uji coba yang membekali edukator agar mampu membina pelajar yang siap menghadapi masa depan.**


Rizky B

Komentar Via Facebook :