FUTEX Pamerkan 70 Proyek Inovatif di Pameran Taiwan Innotech Expo (TIE)

FUTEX Pamerkan 70 Proyek Inovatif di Pameran Taiwan Innotech Expo (TIE)

Taipeh - Kementerian Sains dan Teknologi Taiwan (MOST) yang didukung Academia Sinica, Kementerian Pendidikan, serta Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan menggelar pameran Taiwan Innotech Expo (TIE) 2021.

Pertumbuhan aplikasi Ai, Lot, big data, dan banyak teknologi lain mempercepat integrasi lintasdomain.  Future Tech Theme Pavilion (FUTEX) ikut dalam ajang ini, FUTEX memamerkan 70 proyek lintasdomain inovatif di ajang ini.  Sementara, Fusion Medium menjadi mitra media di ajang tersebut.

Pesatnya pertumbuhan teknologi digital, sektor layanan kesehatan dan teknologi, sebelumnya merupakan dua sektor terpisah, secara bertahap semakin terhubung. 

Sejumlah tim dari National Taiwan University memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), machine learning, pencitraan 3D, komputasi big data, dan teknologi-teknologi lain ketika mengembangkan perangkat deteksi dan teknologi pelacakan efisien yang mengobati kanker, termasuk kanker pankreas, kanker hati, dan kanker payudara, serta adenokarsinoma paru dan tumor otak metastasis. 

Wabah Covid-19 telah mendesak pengembangan obat yang menangani gejala-gejala virus.  Untuk itu, tim National Yang-Ming University telah membangun platform dinamis yang didukung Ai. Platform ini dapat menemukan khasiat baru (drug repurposing) pada obat-obat konvensional melalui AI dan big data yang berpotensi mengembangkan formulasi oral dengan manfaat klinis signifikan.

Akibat pandemi, pembatasan komunikasi atau metode nirkontak telah menjadi kebiasaan.  MOST AI Research Center, National Taiwan University, juga menciptakan solusi pemantauan tanda-tanda fisik melalui smart watch dan produk wearable lain.  Solusi ini dapat mengirim peringatan sewaktu tenaga kesehatan gawat darurat telah mengalami beban kerja yang terlalu berat.

Tim Taipei Medical University juga memanfaatkan teknologi nirkontak saat mengembangkan pemantauan pernapasan fisiologis dan platform perawatan pasien yang bersifat nirkontak dan hierarkis. 

Solusi ini mengintegrasikan sistem pernapasan dengan pemantauan radar yang didukung radar berjangkauan milimeter.  Bahkan, solusi ini memantau dan merekam kadar oksigen dalam darah, sistem pemantauan kondisi yang memakai robot obrolan (chat robot), teknologi AI, dan data lain. Hasilnya, platform tersebut dapat melacak perkembangan penyakit dan mendatangkan manfaat terbaik dengan sumber daya minimal.

Limbah kulit ikan dapat memulihkan jaringan tubuh.  Chuang Shen Biotechnology, didirikan National Cheng Kung University International Wound Repair and Regeneration Center, memanfaatkan teknologi buatan sendiri guna mengekstraksi kolagen Tipe 1 dengan tingkat kemurnian tinggi dari limbah kulit ikan.  Bahan ini dapat diaplikasikan untuk melembutkan kulit dan memulihkan jaringan tubuh.  Di sisi lain, bahan ini juga bisa digunakan di bidang riset ilmu hayati, material biomedis, dan produk perawatan kecantikan medis pada masa mendatang.**
 


Eko Sulastono

Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT