"Ngotot" Pakai Mobil Mewah saat Pandemi Covid, LIPPSI ; Bupati Humbahas Tak Punya "Nurani"

"Ngotot" Pakai Mobil Mewah saat Pandemi Covid, LIPPSI ; Bupati Humbahas Tak Punya "Nurani"

Sumut - Dengan kondisi Pandemi saat ini seharusnya para pejabat itu berpikir bagaimana agar masyarakat mampu menjalani situasi saat ini, malah Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor, malah menciderai perasaan masyarakat dengan membeli mobil mewah seharga Rp. 1,9 Milyar.

"Jika saja bupati dua priode ini lebih memikirkan masyarakat, anggaran pembelian mobil dinas itu tentu bisa dialokasikan untuk pembangunan skala prioritas. Contoh pembangunan inprastruktur jalan penghubung dari desa ke kecamatan dan ke kabupaten," ujar Ketua Lembaga Independen Pemberantas Pidana Korupsi (LIPPSI), Mattheus Simamora, Sabtu (21/8/21).

Ulas Mattheus sebagai mana dikekatui banyak masyarakat yang karena tidak memiliki akses jalan, hidup dalam keterisoliran. Seperti kejadian baru-baru ini daerah kekuasan Bupati itu, warganya yang sakit harus ditandu karena tidak memilik akses jalan yang bisa dilalui mobil dan sepeda motor.

"Disinilah nurani seorang pemimpin seperti di Humbahas ini dipertanyakan," kata putra asal Pakkat kabupaten Himbahas ini. 

Lagi kata Mattheus, seharusnya Bupati Dosmar mencontoh, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi yang akhirnya menyerahkan mobil dinas barunya ke Satgas COVID-19 setelah menuai kritik.

"Setelah dikritik oleh berbagai kalangan mobilnya bisa dipakai untuk membantu penanganan COVID-19. Seharusnya dia (Bupati) ini mencontoh hal tersebut," katanya.

Seperti diketahui Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor dan Wakilnya Oloan Paniaran Nababan, memilih beli mobil baru seharga Rp 2,6 miliar, ketimbang memikirkan nasib rakyat dinilai banyak pihak tidak berempati terhadap kesusahan rakyat di masa pandemi Covid-19.

Menurut aktivis pemberantas korupsi ini, "sikap Dosmar Banjarnahor dan Oloan Paniaran Nababan sama sekali tidak mencerminkan sosok pemimpin yang adil.

Kalau menilik kebelakang, warga sempat mengecam keras arogansi Dosmar Banjarnahor yang tega menyebutkan warga Dusun Nambadia, Desa Sihastonga, Kecamatan Parlilitan yang ditandu "orang atau tidak" padahal warga ditandu karena sakit dan akses jalan tidak ada.

Pernyataan bupati itu kata mereka, sangat melukai perasaan dan hati masyarakat Humbahas, khususnya masyarakat Papatar (Pakkat, Parlilitan dan Tarabintang), dan terlebih warga Dusun Nambadia.

"Kini malah bupati ini membeli mobil mewah padahal warganya menderita, apalagi disaat pandemi Covid-19 ini. Dimana perekonomian masyarakat jelas terpuruk," pungkas Mattheus.

"Semoga perbuatan para pejabat lain di negara kita ini tidak mencontoh perbuatan Bupati Dosmar ini," tutupnya.**


 

Julius Sigalingging
Komentar Via Facebook :